2023, Gadai Efek Perluas Jenis Agunan Efek

Vice President PT. Pegadaian, Deni Hamzah (Paling kiri) saat menjadi salah satu pemateri dalam Talkshow Market Outlook Tahun 2023 " Optimizing Portofolio, Stronger In Uncertainty" yang digelar PT. Pegadaian bersama BEI Sulsel dan BRIDanareksa Sekuritas Makassar, Kamis (24/11/2022) malam. POTO : ARYA YULIA

BISNISSULAWESI.COM,  MAKASSAR – PT. Pegadaian kini makin genecar menggaungkan salah satu fitur pendanaan pegadaian, “Gadai Efek’. Instrumen yang sejatinya sudah dimunculkan per 2007, namun di skip karena kondisi saat itu tidak memungkinkan melakukan pengembangan. Kuartal  I-2023, diharapkan jenis agunan yang dapat dipakai untuk Gadai Efek makin luas, mencapai 200an efek

“Gadai efek mulai ada di 2007.  Hanya saja waktunya kurang bagus, karena di 2008 bursa crash karena isu krisis global. Manajemen memutuskan produk Gadai Efek di skip dulu,” ungkap Vice President PT. Pegadaian, Deni Hamzah saat menjadi pemateri Talkshow Market Outlook Tahun 2023 “ Optimizing Portofolio, Stronger In Uncertainty” yang digelar PT. Pegadaian Wilayah VI Makassar bersama Bursa Efek Indonesia Sulawesi Selatan dan BRIDanareksa Sekuritas Makassar, Kamis (24/11/2022) malam.

Dikatakan, Gadai Efek  merupakan salah satu inovasi pegadaian setelah melihat bahwa jumlah investor pasar modal sampai saat ini terus menngalami pertumbuhan signifikan.

“Itu adalah potensi yang sangat menarik bagi pegadaian untuk (Istilahnya)mencari celup di sana (Pasar Modal, red),” sebut Deni.

Setelah sempat redup, per 2019, gadai efek sudah mendapat izin untuk kembali efektif dijalankan. Berdasarkan posisi per Agustus 2022, untuk wilayah Kota Makassar, perkembangan aset perusahaan Pegadaian mencapai Rp 188 miliar dengan pinjaman yang disalurkan Rp 164 miliar. Nilai ini meningkat signifikan dibanding periode sama tahun 2021 sebesar Rp 81 miliar dengan penyaluran pinjaman Rp 69 miliar.

“Kami sudah menyalurkan pinjaman kepada emiten dengan anak perusahaan yang bergerak di usaha emas di Palu,” kata Deni.

Terkait efek yang dapat dipakai jaminan, tambah Deni, saat diberikan piloting project, manajemen mmutuskan hanya saham-saham likuid yang diperbolehkan yakni saham-saham di LQ45. Karena mempertimbangkan resiko dan lain lain. Namun, seiring berkembangnya waktu, juga usulan, masukan dari para nasabah pasar modal, akhirnya di awal 2022 pegadaian memperoleh izin perluasan jenis agunan. Daru hanya LQ 45, bertambah ke saham-saham IDX80.

Baca Juga :   Pertamina Targetkan 9 Titik BBM Satu Harga Baru di Sulawesi

“Kami sudah laksanakan visibility study secara internal menggunakan konsultan, kami usulkan ke OJK untuk perluasan efek yang bisa diterima diperluas menjadi skeitar 200an efek. Insya Allah tahun depan, di Kuartal I sudah bisa dijalankan,” harap Deni seraya menyebutkan, hal itu tentu sudah memperhatikan faktor-faktor terkait likuiditas, risiko kebangkrutan emiten dan lainnya.

Untuk layanan, pegadaian menerima pengajuan Gadai Efek melalui outlet, di mana unit pelayanannya baru di Jakarta. Namun, pegadaian juga memiliki aplikasi Pegadaian Digital Service yang bisa dimanfaatkan. Di mana dalam aplikasi tersebut salah satunya ada pelayanan Gadai efek.

 

Untuk hal pelayanan, Pegadaian juga menjalin kerjasama sinergiholic dengan grup BRI, salah satunya BRIDanarksam Sekuritas Karena diakui, sekuritaslah yang memiliki database investor di pasar modal

“Untuk layanan kami ini sudah bisa diajukan di BRIDanareksa Sekuritas. SLE nya, satu sampai dua hari setelah pngajuan. Ini juga menjadi salah satu keunggulan kami, kami lebih fleksibel. Dana yang dikreditkan, bisa ditransfer ke rekening langsung, tidak msti melalui RDM,” pungkasnya.

Bali Putra