Air Bersih Terhambat, Perdalam Perlambatan Kinerja Penerimaan Bea Masuk

302
POTO : ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR –  Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Kanwil DJBC Sulbagsel, Nazwar mengungkapkan, Bea Masuk pada penerimaan Kepabeanan dan Cukai Sulawesi Selatan hingga 31 Oktober 2023 mencapai Rp151,36 miliar.

Komoditi raw sugar hanya menyumbang Rp2,7 miliar pada Oktober 2023, karena pembatasan produksi akibat terhambatnya pasokan air bersih untuk proses produksi pada Makassar Tene. Seperti diketahui, dalam beberapa bulan terakhir hingga Oktober 2023, terjadi kemarau panjang yang menyebabkan terjadinya kekeringan atau penurunan debit air.

Itu disampaikan Nazwar dalam konferensi pers yang digelar Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Sulsel untuk merilis kinerja APBN regional Sulsel periode hingga  31 Oktober 2023, Selasa (28/11/2023).

Selain Nazwar, hadir dalam konferensi pers yang berlangsung di GKN Makassar dan Live Youtube, Kepala Perwakilan Kemenkeu Sulsel/Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulsel, Supendi, Kepala Bidang Pendaftaran,  Ekstentifikasi, dan Penilaian, Kanwil DJP Sulselbartra, Alimuddin Lisaw, dan Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum dan Informasi, Kanwil DJKN Sulseltrabar, Sudirman.

Perlambatan 67,53% penerimaan dari raw sugar awal triwulan IV-2023 terhadap rata-rata penerimaan raw sugar sepanjang tahun ini, diakui memperdalam perlambatan kinerja penerimaan bea masuk.

Sedangkan dari penerimaan Bea Keluar hingga Oktober 2023 mencapai Rp28,84 miliar. Dari jumlah itu, hanya sebesar Rp0,2 miliar yang berasal dari ekspor kakao, akibat sulitnya bahan mentah.

“Tidak terdapat ekspor Palm Kernel Shell pada Oktober 2023 dan kemungkinan besar akan berlanjut hingga akhir 2023,” ujarnya.

Sementara itu, secara keseluruhan penerimaan Kepabeanan dan Cukai Sulawesi Selatan hingga 31 Oktober 2023 mencapai Rp268,92 miliar atau 89,60% dari target penerimaan 2023. Peningkatan penerimaan bea dan cukai dipengaruhi kebijakan penyesuaian tarif CHT dan peningkatan produksi kakao ekspor, kontribusi Palm Kernel Shell serta realisasi impor gula (raw sugar).

Baca Juga :   Produksi Bawang Merah Berkurang, Pemprov Sulsel Bantu Sumur Bor untuk Petani Enrekang

Penerimaan cukai mencapai Rp88,71 Miliar, yang mengalami growth sebesar 33,84% (yoy) untuk cukai MMEA, sedangkan cukai HT berada pada kinerja positif dengan growth 63,44% (yoy).

Sebagaimana tren penerimaan cukai tahun-tahun sebelumnya, akan terjadi peningkatan penerimaan pada 2 bulan terakhir setiap tahunnya.

 

Ekspor – Impor

Dari sisi ekspor-impor, sebagaimana September 2023, komoditas nickle matte, hasil laut, ferro-nickle, semen dan pakan ternak masih menjadi penyumbang terbesar untuk ekspor. Di mana negara tujuan ekspor terbesar adalah Jepang, Cina, USA, Australia, dan Taiwan.

Dari sisi Impor, komoditas penyumbang terbesar adalah gandum, BBM, bahan pakan ternak, mesin dan sparepart dan gula dengan negara impor terbesar dari Cina, Singapura, Australia, Thailand, dan Brazil.

Ekspor nickel (nickel matte) didominasi tujuan ke Jepang yang diproduksi Vale Indonesia. Top 5 komoditi ekspor Sulawesi Selatan bukan komoditi yang terkena Bea Keluar. Impor Gandum utamanya berasal dari Australia yang diimpor oleh Eastern Pearl Flour Mills. Perlambatan kinerja ekspor 2023 akibat harga-harga komoditas utama Indonesia seperti minyak sawit mentah (CPO) yang sempat tinggi tahun lalu menunjukkan penurunan harga yang berdampak pada nilai ekspor.

*/Editor : Bali Putra