Aman dan Bijak Berinternet, Hindari Kerugian Kini dan Nanti

POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, GOWA  – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 18 November 2021 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Jangan Takut Laporkan Kejahatan Siber” ini diikuti oleh 557 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari pengusaha digital dan pelatih public speaking, Maya Oktharia; kreator konten dan host, Andi Widya Syadzwina; praktisi hukum dan dosen, Muhamad Aljebra Aliksan Rauf; dan profesional IT, Alfian Dirham. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Desmona selaku presenter TV.

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Maya Oktharia yang membawakan tema “Digital Skill, Dompet Digital: Tips Memilih Aplikasi Dompet Digital yang Aman dan Terpercaya”. Kelebihan dompet digital yaitu meminimalkan tindak kriminal, tidak perlu antre lama, banyak promo, tidak perlu kembalian, bisa dicari tahu keberadaannya, dan lebih mudah mengatur pengeluaran.

“Cara aman transaksi via online yaitu jangan pernah berikan PIN/OTP, hindari WiFi publik, ganti kata sandi secara bertahap, aktifkan notifikasi transaksi,” tuturnya.

Berikutnya, Andi Widya Syadzwina menyampaikan materi “Digital Ethics, E-Transaction: Etika dan Peraturan yang Berlaku untuk Transaksi Digital”. Baik pembeli, penjual, maupun perantara (lokapasar) perlu memahami hak dan kewajiban masing-masing.

Dari sisi pembeli, etika bertransaksi di antaranya, memastikan keamanan saat bertransaksi, mencari informasi tentang penjual dan lokapasar, tidak membagikan PIN/OTP, bersedia memberikan ulasan. “Dari sisi penjual, etikanya yaitu jujur terkait produk, tidak menjual barang terlarang,” ucapnya.

Baca Juga :   Pemkot Makassar Bakal Gelar Penyemprotan Desinfektan Secara Massal

Sebagai pemateri ketiga, Muhamad Aljebra Aliksan Rauf membawakan tema “Digital Culture: Mengenal Lebih Jauh UU ITE terkait Perlindungan Data Pribadi”. Hampir semua aktivitas manusia kini bertransformasi, buku menjadi e-book, pendidikan menjadi e-education, silaturahmi menjadi via telepon, surat menjadi e-mail atau surat elektronik, literasi menjadi e-literasi, dan perpustakaan menjadi perpustakaan digital.

Privasi dan perlindungan data pribadi menjadi penting. Banyak UU yang mengatur hal ini, tapi belum ada yang khusus ditujukan untuk mengatur perlindungan data pribadi. “Saat ini baru tahap perencanaan di legislatif,” katanya.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Alfian Dirham menyampaikan tema “Digital Safety”. Beberapa jenis kejahatan siber, yaitu peretasan, phising, cracking, dan carding. Modusnya beragam mulai menelepon sebagai CS, meminta data pribadi atau kata sandi, menciptakan situasi palsu, dan SIM swap card.

“Ketika mengalami kejahatan siber, datang ke kantor polisi secepatnya, ikuti proses tanya jawab, tunggu kabar lebih lanjut,” pungkasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Salah satu pertanyaannya, “Bagaimana cara memastikan transaksi digital kita aman?” tanya Zalindra kepada Maya Oktharia.

“Pilihlah dompet digital yang verified. Pastikan perusahaannya resmi, bank atau fintech yang diakui OJK. Kalau kita dapat SMS dompet digital tapi lembaganya tidak pernah kita dengar atau kita jumpai di website resmi OJK, maka jangan pernah registrasi di situ,” jawab Maya Oktharia.

Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Baca Juga :   1200 Peserta Hadiri Kuliah Umum Mahfud MD di Unibos

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.