Anggota DPRD Makassar Abdul Wahid Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga

147
POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Abdul Wahid menekankan pentingnya mengelola sampah dari lingkup rumah tangga.

“Jika sampah dikelola dengan baik akan mendatangkan manfaat ekonomis, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan,” ungkap Abdul Wahid saat menjadi narasumber sosialisasi penyebaran produk hukum daerah “Perda 4/2011 Tentang Pengelolaan Sampah” yang diselenggarakan Sekretariat DPRD Kota Makassar, di Hotel Karebosi Premier, Selasa (27/6/2023).

Kegiatan dihadiri sekitar 100 peserta dan menghadirkan dua nara sumber lain, Khaharuddin Bakti (Pejabat Analisis Bagian Umum Pemkot Makassar) dan M Jabbar (Pemkot Makassar).

“Mengelola sampah dapat dimulai dari rumah sendiri dengan cara memilah sampah kering dan basah. Contohnya botol mineral, kardus dan lain sebagainya. Ini bisa bernilai ekonomi kalau dikelola dengan baik,” kata Abdul Wahid.

Sementara, Khaharuddin Bakti selaku narasumber mengatakan, pengelolaan sampah tidak bisa diserahkan kepada Pemerintah Daerah saja, akan tetapi mesti melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat

“Bersihnya sebuah wilayah tentu butuh kolaborasi, kerjasama dan saling pengertian, karena faktanya dilapangan biasanya kita saling tuding siapa yang bertanggung jawab.Kadang masyarakat melimpahkan tanggung jawabnya pemerintah,” paparnya.

Karenanya, Khaharuddin mengajak masyarakat untuk mempunyai pemahaman yang sama dan kesadaran yang sama bagaimana menjaga kota Makassar ini menjadi kota yang tetap bersih.

“Sampah ini bukan sesuatu yang musuh dan tidak berguna tetapi bisa menjadi potensi ekonomi kalau dikelola dengan baik,” paparnya lagi.

Pemeritah Kota Makassar melalui Bank Sampah kata Khaharuddin Bakti, terus berupaya dan dan mendorong bagaimana cara memperlakukan sampah tersebut agar menghasilkan keuntungan bagi masyarakat.

“Keberadaan Bank Sampah dapat memberikan sejumlah aspek manfaat kepada masyarakat. Salah satunya adalah merubah cara pandang masyarakat tentang pengelolaan sampah,” terangnya. (*)

Baca Juga :   10 Pelaku UMKM Binaan PLN di Sulawesi Barat "Naik Kelas”, Terima Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual