Bahas Pendampingan Satu Data, Diskominfo-SP Sulsel Terima Audiensi ICRAF

115
POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kepala Bidang Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Fitra menerima audiensi perwakilan World Agroforestry atau International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF) di ruang kerjanya, Kamis (16/02/2023).

ICRAF merupakan salah satu lembaga penelitian internasional di bawah arahan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Republik Indonesia yang bergerak di bidang ketahanan pangan, pertanian, dan kehutanan (Consortium Group of International Agricultural Research – CGIAR).

ICRAF berencana memulai Proyek Sustainable Landscapes for Climate Resilient Livelihoods (Land4Lives) terkait tata kelola pemerintahan sebagai dukungan terhadap penghidupan berketahanan iklim dan ketahanan pangan untuk masyarakat rentan, terutama perempuan dan anak perempuan. Di mana, Sulsel menjadi salah satu lokasinya.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan ICRAF, Syahrir menyampaikan program Land4Lives mendapat mandat dari Kementerian PPN/Bappenas RI untuk melakukan pendampingan di Sulsel, salah satunya terkait Satu Data.

“Rencananya kami melakukan evaluasi RPJPD di Sulsel. Untuk evaluasi, dibutuhkan kekuatan data. Tujuan kami ya, untuk mendukung Satu Data di Sulsel, sehingga Satu Data betul-betul bisa digunakan pada proses evaluasi dan perencanaan pembangunan,” katanya.

Dalam waktu dekat, ICRAF bersama Pemprov Sulsel menggelar lokakarya terkait evaluasi RPJPD dimaksud.

“Rencananya 22-23 Februari 2023, yang tujuan besarnya untuk menyongsong pertumbuhan ekonomi hijau berbasis Satu Data Indonesia di Sulsel,” jelasnya.

Sementara itu, Fitra menyambut baik dan mengapresiasi program ICRAF. Menurutnya, dalam evaluasi dan perencanaan pembangunan, salah satu faktor utama yang harus diperkuat adalah data.

“Kami (Bidang Statistik) tentu terbantu dengan yang dilakukan ICRAF, apalagi dapat menggaungkan pentingnya Satu Data. Semoga program ke depan, bisa dilanjutkan kerjasama,” pungkasnya.

(*)

Baca Juga :   Penertiban Aset Berpotensi Ke Pidana, Mattoanging Dilirik KPK