Barengi Literasi Digital dengan Literasi Keuangan Agar Cuan

BISNISSULAWESI.COM, POHUWATO –  Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 November 2021 di Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Cerdas dan Aman Manfaatkan Lokapasar”.
Program kali ini diikuti oleh 759 peserta dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Universitas Negeri Gorontalo sekaligus pegiat UMKM, Isnawati Mohamad; pegiat UMKM sekaligus Co-Founder Indoagribiz.com, Diana Sumolang; Duta Ekonomi Syariah Gorontalo 2021, Prasetyo Darmawan Sumba; serta Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Tadulako, Djayani Nurdin. Adapun sebagai moderator adalah Made Dwi Anjani selaku pegiat Japelidi.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.
Beranjak ke sesi pemaparan, Isnawati Mohamad sebagai pemateri pertama menyampaikan tema “Mengenal Marketplace (Aksesibilitas, Jenis, dan Fitur)”. Lokapasar adalah pihak ketiga dalam transaksi daring yang menyediakan tempat berjualan dan fasilitas pembayaran.
Adapun jenisnya adalah loka pasar murni, global, horizontal, dan konsinyasi. Sebelum berbisnis di lokapasar, siapkan konsep, modal, produk yang berdaya saing, tentukan pasar, fokus, siapkan foto dan deskripsi produk, serta pilih lokapasar.
“Cara efektif berjualan/promosi di lokapasar: cari keunikan produk, tawarkan di media sosial, beri promo, trik kelangkaan, optimalkan ulasan, dan ramah,” terang Isnawati.
Berikutnya, Diana Sumolang yang membawakan tema “Digital Ethics, Peran dan Fungsi E-Market dalam Mendukung Produk Lokal”. Ia mengatakan, tren belanja daring meningkat seiring perkembangan e-dagang dan jumlah pengguna internet.
“Tips bagi pelaku UMKM memasarkan produk di e-pasar: branding produk, pilih platform yang akan digunakan, strategi pemasaran disesuaikan dengan platform, jaga kualitas produk, sistem transaksi mudah, pengiriman barang andal, dan layanan pelanggan yang ramah,” tutur Diana.
Pemateri ketiga, Prasetyo Darmawan Sumba, mengusung tema “Digital Culture, Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Produktif”. Perilaku konsumtif terjadi ketika seseorang membeli berdasarkan keinginan, bukan kebutuhan.
Ciri-ciri konsumtif: gengsi tinggi, membeli hanya untuk status, FOMO, tergiur penawaran/promo. “Beli yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Bijak dan disiplinlah dalam menggunakan dompet digital,” pesannya.
Sebagai pemateri terakhir, Djayani Nurdin membawakan tema “Digital Safety, Cara Aman Berinvestasi Online”. Dalam setiap investasi, ada imbal hasil dan risiko. Masing-masing instrumen investasi punya tingkat imbal hasil dan risiko berbeda.
Beberapa jenis investasi daring, yaitu P2P lending, reksa dana digital, Forex, saham, deposito, investasi emas digital, dan obligasi negara ritel.
“Tips dari OJK untuk memilih investasi: pilih investasi daring yang tepat, cek kredibilitas broker, pahami skemanya, pahami tingkat risiko, dan diversifikasi instrumen,” pungkasnya.
Setelah pemaparan seluruh materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada narasumber.
Salah satunya, “Apakah produk asuransi juga termasuk investasi karena banyak sales asuransi juga menawarkan investasi? Sebaiknya di mana kita membeli produk investasi? Di bank, e-commerce, atau apa?” tanya Ni Komang pada Djayani Nurdin.
“Asuransi termasuk investasi. Di pasar modal ada perusahaan asuransi. Kalau membeli saham asuransi, itu juga investasi. Namun, kadang yang disampaikan marketing berbeda ketika kita mengajukan klaim, sehingga menimbulkan kekecewaan nasabah asuransi. Saya tidak merekomendasikan investasi di asuransi,  karena banyak yang mengecewakan masyarakat. Lebih baik deposito atau emas. Kalau paham saham, masuk di saham atau obligasi,” jawab Djayani.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.
Baca Juga :   PLN Siap Salurkan Stimulus Listrik Untuk 1.217.348 Pelanggan