Besok, Umat Hindu Makassar Gelar Dharma Santi di Hotel Harper

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Umat Hindu Kota Makassar dijadwalkan menggelar Dharma Santi di Hotel Harper Perintis Makassar, Sabtu (23/04) malam. Dharma Santi yang merupakan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944/2022, diselenggarakan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar berkolaborasi dengan berbagai lembaga Hindu yang ada di Kota Makassar.

Ketua Panitia Perayaan Nyepi Dan Dharma Santi Tahun Saka 1944/2022, Putu Wiratnaya didampingi Sekretaris, Putu Nopa Gunawan disela-sela gladi kotor yang berlangsung di basement Pura Giri Natha Makassar, Kamis (21/04) menyebutkan, Dharma Santi ini merupakan rangkaian puncak perayaan Nyepi. Setelah sebelumnya dilaksanakan berbagai kegiatan baik upacara keagamaan maupun kegiatan sosial seperti penanaman bibit bakau di Pantai Untia, donor darah dan vaksin booster di Pura Giri Natha Makassar, penyerahan rsi yadnya kepada para rohaniawan dan beberapa kegiatan lain.

Suasana latihan untuk persiapan mengisi acara Dharma Santi Umat Hindu Kota Makassar. POTO : MADE SUSILA

Putu berharap, Dharma Santi berjalan lancar. Mengingat ada beragam hiburan yang sudah dipersiapkan untuk mengisi acara Dharma Santi dengan dukungan Banjar Hindu Dharma Makassar dan Sanggar Gita Saraswati Makassar

“Persiapan kami untuk Dharma Santi ini singkat, kurang dari satu bulan. Namun, berkat kerjasama dan kerja keras seluruh panitia, pengisi acara dan dukungan para tokoh dari berbagai lembaga Hindu, mudah-mudahan berjalan sukses,” harap Putu .

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Makassar, Dewa Nyoman Mahendra Jaya menyebutkan, Dharma Santi ini merupakan ajang silaturahmi, ramah tamah. Bukan hanya melibatkan umat Hindu, namun diundang juga dalam kegaiatan ini lembaga-lembaga dari berbagai lintas agama. Diundang juga pihak pemerintah, dalam hal ini walikota dan departemen agama.

“Dharma Santi ini dapat dijadikan momen untuk menjalin sinergi dalam memperkokoh kebersamaan, persatuan, dan kerukunan umat beragama, khususnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan,” ujar Dewa Mahendra.

Baca Juga :   Cap Go Meh, Warga Tionghoa Padati Klenteng untuk Sembahyang

Bali Putra