Cek Harga Ikan, Pj Gubernur Bahtiar Tinjau TPID Poetere Makassar

207
Pj. Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin saat meninjau TPID Paotere, Senin (16/10/2023). POTO : ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, didampingi Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto dan seluruh Forkopimda Makassar, meninjau Tempat Pelelangan Ikan Daerah (TPID) Paotere, Senin (16/10/2023).

Bahtiar mengaku sudah mengecek harga-harga ikan di TPID Kota Makassar dan dipastikan harga stabil bahkan menurun sampai saat ini. Pasalnya, sejak September hingga Desember 2023, masuk musim timur, di mana cenderung produksi ikan meningkat.

“Saya tadi cek harga ikan yang berkontribusi terhadap inflasi. Misalnya ikan kembung, ternyata harganya relatif turun. Yang harganya stabil, itu ikan bolu atau bandeng” jelas Bahtiar.

Sulsel memiliki potensi perikanan yang diakui daerah lain. Pasalnya, potensi ikan khusus kebutuhan ekspor Sulsel masih stabil dan tersedia banyak. Termasuk ikan kerapu, tuna dan udang ronggeng.

“Bahkan ikan di Sulawesi Selatan melimpah. Termasuk ikan kerapu, tuna, udang ronggeng yang kita ekspor di bandara kemarin,” lanjutnya.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menjelaskan, berdasarkan data dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Makassar, harga ikan masih stabil dan memang ikan sangat tergantung dengan cuaca.

“Dari data yang paling akurat dari ketua himpunan nelayan, ikan itu tergantung cuaca. Konsep keramba (rumah ikan) itu solusinya, karena itu tidak tergantung dengan cuaca lagi. Jadi konsep gubernur tentang rumah ikan itu harus didukung semua pihak, terutama nelayan,” ungkap Danny Pomanto.

Sementara, Ketua HNSI Makassar, HM Arsyad HB, mengaku, saat sekarang ini Makassar tidak diragukan lagi soal harga ikan, bahkan cenderung turun harganya karena dari seluruh kabupaten kota itu masuk di Makassar.

“Pada waktu tertentu dari musim timur itu, ikan-ikan ini sudah kelihatan dan itu sudah hukum alam karena dikatakan inflasi karena keadaan cuacanya. Hampir seluruh ikan laut itu terpengaruh dengan cuaca, namun ikan bandeng itu susah untuk turun,” pungkasnya.

Baca Juga :   STIKES Panakkukang Raih Predikat Kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Tertinggi

Penjual Kepiting Datto Bone, Budi mengaku, sejauh ini harga kepiting berkisaran Rp80.000 sampai 170.000 per kg nya. Kepiting betina cenderung mahal karena dinilai memiliki banyak telur.

“Harga udang dan kepiting tidak menentu, 5 – 10 kg per hari saya jual. Tapi saya bawa setiap hari mencapai 30 kg,” katanya.

Semenjak dilakukan renovasi TPID ini, hampir separuh pedagang memilih menjual di luar dengan tenda seadanya. “Pasar ini sudah hampir satu bulan lebih dibongkar pak, jadi kami menjual di luar sini pak. Sebelumnya di dalam iye’,” lanjutnya.

Penjual ikan Nila dan Bolu, Dg Madi mengaku, ikan bolu atau bandeng harga tidak pernah turun, bahkan cenderung naik setiap bulannya.

“Saya biasa ambil di sini, kemudian saya jual juga di sini, biasa saya ambil per boks 220 ekor per boks harganya sampai Rp600.000,” tutupnya. (*)