Covid 19 Meningkat, Pj Wali Kota Makassar Peringatkan Sanksi Tegas Pelanggar Prokes 

POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR –  Penyebaran virus Covid 19 di Kota Makassar kembali meningkat. Meski sudah dinyatakan berstatus orange, namun jumlah orang yang terpapar Covid 19 beberapa hari terakhir mengalami peningkatan yang signifikan.

Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin  yang juga merupakan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kota Makassar, meminta seluruh aparat meningkatkan pengawasan, dan lebih mempertegas penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

Menurutnya, sejumlah faktor yang menjadikan angka penularan kembali meningkat, yakni meningkatkan aktifitas ekonomi masyarakat, pelaksanaan Pilkada, lemahnya penerapan protokol kesehatan menyusul masuknya Makassar sebagai zona orange.

“Ada potensi peningkatan Covid 19 yang mungkin akan kita hadapi kedepan, yakni 14 hari setelah Natal dan tahun baru. Potensi merebaknya virus saat Natal  dan tahun baru masih  bisa di cegah, dengan menghindari perayaan selain ibadah, yang memicu potensi peningkatan virus. Olehnya itu, ada dua hal yang harus kita pastikan berjalan, yakni pelaksanaan protokol kesehatan dan peningkatan kesadaran masyarakat,” jelas Prof Rudy.

Selain itu, Pj Wali Kota Makassar juga menekankan kepada Satgas Covid Makassar,  untuk tidak mengeluarkan rekomendasi kumpul-kumpul selain kegiatan ibadah, termasuk meminta kepada seluruh pengelola hotel, untuk tidak mengadakan acara menyambut tahun baru dalam bentuk pesta.

“Setiap hotel, restoran dan sejenisnya, akan ada pengawas yang memantau aktifitasnya. Bagi yang melanggar protokol kesehatan sesuai yang diatur di Perwali 51 dan 53 bisa diusulkan ke Polrestabes  untuk di proses secara hukum. Prinsip kita, kesehatan di atas segalanya,” lanjutnya.

Prof Rudy juga meminta kepada seluruh camat untuk lebih massif melakukan pengawasan di tengah masyarakat, berkordinasi dengan Satgas setiap terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Juga kepada Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) dalam hal penerapan perwali 51 dan 53. TNI dan Polri akan membantu di lapangan, demi memastikan tidak ada pelanggaran,” tegasnya. Nur Rachmat

Baca Juga :   Atase Perdagangan KBRI Singapura Dukung Ekspor Produk UMKM Sulsel