FORTUNAS Kawasan Indonesia Timur Gelar Diklat Edukasi Kesehatan

1375
FORTUNAS Kawasan Indonesia Timur menggelar Diklat selama tiga hari di Hotel Almadera, Makassar, Kamis - Sabtu (28-30/12/2023). Mengambil tema "meningkatkan kualitas kerja seara profesional menuju pelayanan kepada masyarakat yang prima dan andal". POTO : RISMAYANTI

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Forum Tukang Gigi Nasional (FORTUNAS) Kawasan Indonesia Timur menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) selama tiga hari di Hotel Almadera, Makassar, Kamis – Sabtu (28-30/12/2023). Mengambil tema “meningkatkan kualitas kerja seara profesional menuju pelayanan kepada masyarakat yang prima dan andal”.

Kegiatan diikuti 80 peserta yang merupakan tukang gigi dari Kawasan Indonesia Timur seperti Kota Mamuju, Ambon, Kendari, Palu, Papua, Bahkan Madura.

Pelatihan yang diberikan terkait proses pembuatan gigi palsu dengan sistem injection acry pellet, proses pembuatan snap on, dan teknik pembuatan full denture tahap dasar.

Diklat menghadirkan narasumber, salah satunya Ketua FORTUNAS, Fachri. Ia menyebutkan, diklat ini penting untuk meningkatkan kualitas kerja para tukang gigi sehingga dapat memberi pelayanan yang prima dan unggul kepada masyarakat.

“Semua ada ketentuan atau standarisasi untuk memperbaiki aktivitas praktek gigi pesien,” ujar Fachri.

Dikatakan, FORTUNAS berdiri sejak awal 2012 (Forum Tukang Gigi Indonesia – FTGI, Red), termasuk yang bersifat lokal, khususnya di Kawasan Indonesia Timur. Fahri berharap, ke depan tukang gigi tidak dipandang sebelah mata.

Peserta diklat berjumlah 80 orang yang berasal dari Kota Mamuju, Ambon, Kendari, Palu, Papua, bahkan Madura. POTO : RISMAYANTI

“Artinya, jika SDM berkualitas, kerjanya bagus, aman dari segi kesehatan gigi dan mulut, otomatis akan semakin meningkatkan keperayaan masyarakat. Melalui diklat seperti inilah, upaya kami meningkatkan kualitas SDM,” ujarnya.

Terkait surat-surat, perizinan atau sertifikasi, Fachri mengaku akan mengatur via apliaksi online.

Dalam diklat, peserta diberikan batasan atau ranah yang tepat ketika menangani masyarakat. Peserta harus memahami betul terkait bahaya, resiko dan lainnya.

Ke depan, tentunya harus bersinergi, berdampingan dengan profesi sejenis dengan tetap memperhatikan standar kesehatan. Jika kualitas baik, tentu bisa bermitra dengan dokter gigi.

Rismayanti