Gelar Talkshow Market Outlook 2023, Pegadaian Perkenalkan Fitur Gadai Efek ke Investor

89
Talkshow Market Outlook Tahun 2023 " Optimizing Portofolio : Stronger In Uncertainty" yang digelar PT. Pegadaian bersama BEI Sulawesi Selatan dan BRIDanareksa Sekuritas. Dihadiri sekaligus membuka, Kepala OJK Regional VI Sulampua, Darwisman. POTO : ARYA YULIA

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT. Pegadaian bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Selatan dan BRIDanareksa Sekuritas menggelar Talkshow Market Outlook 2023, Kamis (24/11/2022) malam.

Talkshow dengan tema “Optimizing Portofolio : Stronger In Uncertainty”, berlangsung di Ruang Privat I Mercure Hotel Nexa Pettarani, menghadirkan tiga pembicara yakni Vice President PT. Pegadaian Wilayah VI Makassar, Kepala Perwakilan BEI Sulawesi Selatan, Fahmin Amirullah dan Branch Manager BRIDanareksa Sekuritas, Umar Aziz.

Talkshow yang diikuti para nasabah BRIDanareksa Sekuritas dan nasabah PT. Pegadaian serta para perwakilan sejumlah sekuritas di Makassar, dibuka Kepala OJK Regional VI Sulampua, Darwisman.

Deputi Bisnis Area 2 PT. Pegadaian Makassar, Martinus Siampa. POTO : ARYA YULIA

Deputi Bisnis Area 2 PT. Pegadaian Makassar, Martinus Siampa dalam sambutannya menyebutkan Gadai Efek merupakan salah satu fitur yang dimiliki pegadaian, yang dalam beberapa tahun belakangan terus dikembangkan dan diujikan, khususnya di Jakarta.

“Sudah mulai di 2007, sekarang kembali digalakkan dan di 2023 menyasar ke beberapa propinsi yang punya potensi pasar, termasuk potensi pasar di Makassar yang salah satunya nasabah BRIDanareksa,” ujar Martinus.

Sebagaimana tema “Optimizing Portofolio : Stronger In Uncertainty”, Martinus menjelaskan, daripada investasi saham menganggur dan investor butuh dana, investasi efek itulah yang bisa dioptimalkan dengan menggadainya di Gadai Efek.

“Pegadaian hadir untuk memfasilitasi kemungkinan-kemungkinan itu,” sebutnya.

Kepala OJK Regional VI Sulampua, Darwisman mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan pegadaian dengan BEI dan BRIDanarksa Sekuritas.

“Tema yang dipilih juga sangat bagus “Optimizing Portofolio : Stronger In Un Certainty,” ujarnya.

Terkait Gadai Efek, Darwisman menyebutkan, Gadai Efek telah memperoleh persetujuan implementasi penuh melalui surat direktur produk dan kelembagaan IKNB pada 2021. Dalam pelaksanaanya, Gadai Efek didasarkan peraturan internal deengan tujuan pinjaman dari produk ini adalah multiguna, baik produktif, konsumtif, maupun investasi.

Baca Juga :   Ketahanan Keuangan Diuji, PLN Mampu Kelola Utang Secara Pruden Dikala Pandemi

“Batas maksimal pinjaman Rp 5 miliar untuk pribadi dan Rp 20 miliar untuk institusi,” tambahnya.

Per Oktober 2022, penyaluran pinjaman Gadai Efek tercatat Rp 124,79 miliar yang terdiri pinjaman nasabah individu Rp 7,99 miliar atau 6,41 persen dan nasaban perusahaan Rp 116,79 miliar atau 93,59 persen. Rata-rata pertumbuhan pinjaman Gadai Efek hingga Oktober 2022 sebesar 0,80 persen. Dengan jumlah nasabah aktif sebanyak 87 nasabah (78 nasabah perorangan dan 9 nasabah perusahaan.

Daftar barang jaminan Gadai Efek berupa IDX80, LQ45, ORI dan SBN. Komposisi efek terbesar dari saham LQ45 (58 persen) . Untuk wilayah Kota Makassar, perkembangan aset Pegadaian (Per Agustus 2022) Rp 188 miliar dengan pinjaman yang disalurkan Rp 164 miliar, meningkat signifikan dibanding Agustus 2021, Rp 81 miliar dengan penyaluran Rp 69 miliar.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BEI Sulsel, Fahmin Amirullah menyebutkan, sebagaimana arahan dalam sambutan Kepala OJK, pegadaian malam ini telah membuktikan kolaborasi dengan industri pasar modal. Dengan produk gadai fek yang ditawarkan pegadaian, berharap protofolio para investor bisa lebih optimal.

“Melihat potensi industry pasar modal kita ke depan akan seperti apa, sehingga peenting memang untuk saling berkolaborasi antara pegadaian dngan industri pasar modal,” kata Fahmin.

Bali Putra