IHSG Ditutup Menguat ke Level 6,417.323

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Index Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutp menguat ke level 6,417.323 poin pada penutupan perdagangan, Rabu (06/10/2021). Menguat 129.274 poin atau 2.056% persen dibandingkan pada perdagangan, Selasa (05/10/2021) yang berada di level 6,288.049 poin. Penguatan IHSG tersebut, searah dengan bursa regional, yaitu SSEC (+0.90%). Sebaliknya mayoritas bursa regional lainnya tercatat melemah, seperti Kospi (-1.82%), Nikkei (-1.05%), ASX 200 (-0.58%) dan HSI (-0.57%) pada sore hari (6/10).

Total volume pasar mencapai 31,613 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi Rp 21,765 triliun dan frekuensi pasar sebanyak 1,677,803 kali transaksi.  Pada perdagangan Rabu (06/10/2021), investor asing tampak melakukan Net Buy sebesar Rp 4.823 triliun.

Secara sektoral keseluruhan ditutup menguat yang dipimpin dari Sektor Industry (+3.28%), Finance (+2.59%) dan Technology (+2.10%)

Tiga Top Value diantaranya BBRI : 4120 (+190) (+4.83%), BBCA : 35900 (+1175) (+3.38%) dan ASII : 5975 (+425)(+7.66%). Top Volume diantaranya, BUMI : 92 (+1) (+1.10%), FREN: 99 (+1) (+1.02%), BWPT: 101 (+3) (+3.06%). Sedangkan Top Foreign Nett Buy, BBRI : 4120 (+190) (+4.83%), BBCA : 35900 (+1175) (+3.38%), ASII : 5975 (+425) (+7.66%) dan Top Foreign Nett Sell, SMGR : 7975 (0) (0.00%), MDKA : 2670 (+40) (+1.52%), ABMM : 1505 (+235) (+18.50%)

LQ45 Top Gainers, ASII : 5975 (+425) (+7.66%), BBNI : 6000 (+300) (+5.26%), BBRI : 4120 (+190) (+4.83%) dan LQ45 Top Losers, PGAS : 1445 (-35) (-2.36%), EXCL : 2880 (-40) (-1.37%), TINS : 1585 (-20) (-1.25%).

Phintraco Sekuritas memperkirakan, IHSG fluktuatif pada perdagangan Kamis (7/10). Aksi beli selektif, terutama pada saham bank-bank besar, energi dan CPO berpotensi mendorong IHSG untuk uji resistance 6.500. Hal tersebut didorong beberapa faktor.

Pertama, perbaikan kinerja Sektor Perbankan Indonesia (SPI) yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 9.7% yoy pada periode Januari-Juli 2021, jauh lebih baik dari -22.1% yoy pada periode yang sama di 2020.

Baca Juga :   Kepala OJK: Bank Sulselbar Sukses Lahirkan Atlet Muda Sulsel

Kedua, tren kenaikan harga komoditas energi, terutama gas bumi yang menguat 17.35% dalam sepekan terakhir, dan coal yang menguat 28.33% pada periode yang sama. Hal ini sejalan dengan krisis energi yang terjadi di beberapa negara, Tiongkok dan Inggris.

Ketiga, Keputusan OPEC+ untuk mempertahankan kebijakan menaikan volume produksi secara gradual, ditengah tingginya demand terhadap minyak bumi. Harga Brent dan Crude Oil menguat 6.07% dan 5.81% dalam sepekan terakhir.

Memempertimbangkan sentimen-sentimen di atas, bank besar, terutama BBCA yang belum memasuki overbought area berpotensi melanjutkan penguatannya dan menjadi salah satu mover IHSG. Selain itu, saham energi, terutama HRUM, PTBA dan PGAS yang mulai mengalami normal pullback juga dapat dicermati.

Saham lain yang dapat diperhatikan di perdagangan Kamis (7/10) adalah DMMX, KLBF, CPIN, AGRO dan SCMA.

Bali Putra