Inflasi Sulsel Dibawah Rata-Rata Nasional, Tercatat 2,79 Persen

272
Plh Sekda Sulsel, Andi Muhammad Arsjad. POTO : ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik mencatat Inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan tercatat mengalami penurunan.

Data terbaru BPS Sulsel, Jum’at (01/11/2023), mencatat inflasi Year on Year (YoY)  November 2023 tercatat 2,79 persen. Sementara inflasi bulan ke bulan, November 2023 terhadap Oktober 2023 tercatat 0,16 persen.

“Inflasi YoY bulan November 2023 di Sulsel tercatat sebesar 2,79 persen, lebih rendah dibanding inflasi bulan Oktober 2023 sebesar 2,89 persen,” kata Kepala BPS Sulsel, Aryanto.

Bahkan angka inflasi Sulsel lebih rendah dibandingkan Nasional. “Inflasi YoY bulan November 2023 sebesar 2,79 persen lebih rendah dibandingkan inflasi nasional 2,86 persen. Inflasi di Sulsel bulan November 2023 juga sesuai target nasional 3 ± 1 persen,” sebutnya.

Pelaksana Harian (Plh) Sekda Sulsel, Andi Muhammad Arsjad mengatakan, “inflasi kita bisa tetap turun dan terkendali, mengingat upaya yang sudah dilakukan selama ini telah terkoordinasi dengan baik, terkonsolidasi dengan baik,” katanya.

Lanjutnya, “kita tidak boleh lengah, karena bisa saja berubah, olehnya itu tetap rutin kontrol pengecekan harga melalui panel harga untuk memastikan harga-harga pangan kita khususnya komoditi penyumbang inflasi dalam tatanan wajar dan terkendali,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro Ekbang Setda Sulsel, Junaedi menyampaikan, bahwa TPID Sulsel terus melakukan langkah-langkah dalam pengendalian inflasi di Sulsel.

Menurutnya, angka inflasi itu untuk pertama kali selama 5 tahun terakhir yang terendah di Indonesia.

“Hal tersebut menjadi harapan Bapak Penjabat Gubernur sejak awal yntuk menargetkan agar inflasi dibawah rata-rata Nasional. Salah satu kebijakan bapak Penjabat Gubernur dengan rutin melakukan pemantauan harga dan stok di pasar-pasar. Termasuk dalam gerakan pangan murah yang telah dilakukan Pemprov Sulsel,” katanya. (*)

Baca Juga :   Sekretariat DPRD Makassar Gelar Sosialisasi Penyebarluasan Perda 5/2019