Investasi Rp. 18,56 Miliar, PLN Terangi 11 Desa Terpencil di Kolaka Timur

123
POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, KOLAKA TIMUR  – Di awal tahun 2022, PLN berhasil melistriki 11 Desa di Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur. Dengan potensi sejumlah 1.143 Rumah Tangga, masyarakat menyambut hadirnya listrik di desa mereka.

Adapun 11 desa di Kabupaten Kolaka Timur yang telah dilistriki PLN antara lain, Desa Porabua, Desa Siluwi, Desa Konawendepiha, Desa Ueesi, Desa Wesinggote, Desa Watumendonga, Desa Ahilulu, Desa Alaaha, Desa Likuwalanapo, Desa Tongauna, dan Desa Puurau.

Guna menyalurkan listrik ke desa-desa tersebut, PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Tenggara membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 54,76 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 31,27 kms, serta 13 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 650 kVA.

Selain itu, untuk membangun jaringan lstrik, PLN mengucurkan dana investasi sejumlah Rp. 18,56 Miliar.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar), Awaluddin Hafid mengatakan, hadirnya listrik di sebelas desa di Kabupaten Kolaka Timur, merupakan wujud kerjasama serta dukungan dari seluruh stakeholder dan masyarakat.

Dirinya bertutur untuk menghadirkan listrik ke daerah terpencil sangatlah menantang. Misalnya di Kolaka Timur, untuk sampai di Kecamatan Ueesi ditempuh dengan tujuh jam perjalanan dari Kota Kendari dengan jarak kurang lebih 100 km.

“Petugas PLN harus melewati jalan yang cukup ekstrim, apalagi pada bulan tertentu pada saat musim hujan yang berkepanjangan. Beberapa akses jalan juga terputus oleh sungai, sehingga untuk memobilisasi material sampai ke lokasi petugas menyebrang sungai menggunakan rakit,” ungkap Awaluddin.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kolaka Timur, Muhammad Isha Benhur, SH.  “Dengan hadirnya listrik di Kecamatan Ueesi, kami berharap dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dari aspek pendidikan, perekonomian, dan aspek lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :   Dana Hibah Belum Cair, Rudy Djamaluddin Ajak PHRI Sulsel Berjuang Bersama di Pusat

Sampai dengan Januari 2022, total Rasio Elektrifikasi Provinsi Sulawesi Tenggara adalah 99,63%. Hadirnya listrik, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan ekonomi masyarakat desa di Kecamatan Ueesi, yang sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai petani dan berkebun.

Nur Rachmat