Jaga Stabilitas Pangan, Pemprov Sulsel Lakukan Diversifikasi Hortikultura

274
POTO : ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Arsjad berharap seluruh stakeholder bersinergi mengedukasi masyarakat terkait program Desa Ketahanan Pangan.

“Saya berharap bisa mengedukasi masyarakat menyebarluaskan gerakan bersama penguatan ketahanan pangan di Sulawesi Selatan,” katanya pada pembukaan Sosialisasi Program Desa Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel 2023 di Hotel Novotel Makassar, Kamis (30/11/2023).

Dirinya berharap sosialisasi ini, bisa menyamakan persepsi  seluruh stakeholder terkait mewujudkan program Desa Ketahanan Pangan.

Ia pun berharap dukungan seluruh stakeholder terkait termasuk Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan dalam menggalakkan program Desa Ketahanan Pangan.

“Jadi kita tahu kalau berbicara tentang ketahanan pangan tentu tidak hanya berbicara masalah ketersediaan dan pemenuhan pangan, kita tidak hanya bicara keterjangkauan, tapi juga berbicara bagaimana manfaat dan keamanan pangan itu. 4 pilar ini kita harus pastikan bahwa semua sudah dilakukan secara baik dan terukur di tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya.

POTO : ISTIMEWA

Melalui sosialisasi ini, lanjut Arsjad, menjadi momentum untuk menyadari bahwa pangan itu bukan hanya tanggungjawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, tapi ini menjadi urusan bersama. “Karena ini adalah urusan yang wajib. Kita berharap gerakan ketahanan pangan ini akan disupport seluruh pihak untuk memberikan penguatan ketahanan pangan yang efeknya kita berharap terpenuhi pangan kita secara stabil,” tuturnya.

Tahun 2023 ini, lanjut dia, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin telah mencanangkan model pengembangan ketahanan pangan yang berbasis budidaya pisang.

“Kenapa pisang? Karena ini adalah tanaman yang familiar dengan keluarga, mudah dibudidaya, memiliki nilai ekonomis karena memiliki peluang dan pangsa ekspor. Jadi kita berharap Sulsel ini kedepan tidak hanya menjadi lumbung pangan beras, tapi juga menjadi sentra penghasil pisang terbesar di Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga :   Gelapkan Pajak Rp4,3 Miliar, Penyidik Serahkan HW ke Kejati Sultra

Dengan adanya gerakan diversifikasi hortikultura ini, diharapkan ada penyeimbang yang bisa memberi penguatan untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

“Kita berharap kegiatan ini efeknya bisa mengarah pada penurunan kemiskinan, karena kita akan membuat ruang-ruang usaha, peluang kerja dan tentunya ini bisa dimanfaatkan masyarakat kita yang ada di desa dan kelurahan,” imbuhnya. (*)