Kemenkeu Satu Gelar Bazar UMKM, Diikuti Puluhan UMKM

198

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Dalam rangka mendukung tumbuh kembang UMKM menuju digitalisasi dan globalisasi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Satu melaksanakan Bazar UMKM, Jumat (10/3/2023).

Mengangkat tema “Kemenkeu Satu mendukung UMKM, Tumbuh Melalui Digitalisasi dan Globalisasi Menuju Indonesia Maju”, ini merupakan salah satu tindakan nyata dalam program UMKM Kemenkeu Satu Propinsi Sulawesi Selatan.

Tema Program UMKM Kemenkeu Satu untuk tahun 2023 yaitu “Kemenkeu Satu mendukung UMKM tumbuh melalui digitalisasi dan globalisasi menuju Indonesia Maju”.

Bazar UMKM di Makassar diikuti dan dihadiri semua Instansi/Kantor Vertikal Kemenkeu di Makassar, dan juga diikuti oleh bank – bank penyalur KUR, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, BSI serta Lembaga Keuangan Bukan Bank yang menyalurkan kredit Ultra Mikro (UMi) yaitu PNM dan Pegadaian), dan dihadiri oleh seluruh stakeholder kementerian Keuangan yang berada di Makassar.

Pada kegiatan bazar, disediakan 26 booth UMKM dengan 46 UMKM binaan, terdiri dari 31 UMKM binaan Kemenkeu Satu Sulsel dan 15 UMKM Binaan Perbankan/LKBB/Koperasi.

Booth UMKM ini disediakan secara gratis untuk Pelaku UMKM. Acara tersebut merupakan rangkaian Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2023, sebagai wujud kehadiran Kemenkeu di masyarakat.

Kepala Kanwil DJPb Sulawesi Selatan, Supendi mengatakan, bazar itu merupakan rangkaian Hari Bakti Perbendaharaan 2023, sebagai wujud kehadiran Kemenkeu di tengah masyarakat.

Banyak kegiatan atau acara dalam Bazar UMKM, disamping pembelian produk-produk UMKM, juga terdapat kegiatan edukasi.

Kegiatan edukasi dilaksanakan oleh masing-masing instansi/kantor Kemenkeu. Yakni edukasi pelaksanaan pengadaan barang/jasa melalui e-marketplace, dan pembayaran melalui digital payment atau cashless; edukasi pembiayaan KUR dan UMi bagi UMKM; edukasi pelaksanaan UMKM Go Export; edukasi lelang produk UMKM melalui lelang.go.id dan edukasi perpajakan UMKM.

Baca Juga :   IHSG Ditutup Pada Level 6,022.399 Poin

Selain kegiatan edukasi khusus untuk pelaku UMKM, dilaksanakan juga edukasi terkait program beasiswa S1/S2/S3 dari Mata Garuda LPDP Sulawesi Selatan.

“Perlu kami sampaikan juga, pada tahun 2022 silam, penyaluran pembiayaan di Sulsel terbaik ke-2 di luar pulau Jawa sebesar Rp17,35 Triliun, dengan rincian penyaluran KUR sebesar Rp17,13 Triliun dan penyaluran UMi sebesar Rp 220 Miliar,” ujar Supendi.

Sedangkan realisasi KUR tersebut, lanjut Supendi, tersalur ke 389.291 debitur, dan UMi tersalur ke 51.255 debitur. Apabila Pelaku UMKM yang ingin pembiayaan KUR, dapat menghubungi Bank Penyalur KUR (BSI, Bank Mandiri, BNI, dan BRI), untuk mengetahui persyaratan dan ketentuan lainnya terkait pembiayaan KUR.

Sedangkan untuk pembiayaan UMi/Usaha Mikro, Pelaku UMKM dapat menghubungi LKBB (PNM dan Pegadaian). Suku bunga KUR bervariasi antara 3 persen – 6 persen, untuk suku bunga UMi berkisar antara 20 persen – 24 persen. Tetapi di Kabupaten Luwu Utara untuk petani, suku bunga UMi sebesar 0 persen, karena terdapat subsidi dari Pemda setempat.

Sedangkan produk yang ditawarkan dan dijajakan oleh pelaku UMKM di booth UMKM, banyak macamnya dan jenisnya. Beberapa produk merupakan produk asli daerah, seperti Sirup Sarabba, Mie Baraccung, Roti Maros dan lain-lain.

Produk lainnya adalah baso bakar, rujak buah, sandwich ayam, burger, bawang goreng, olahan kacang mente, abon ikan, es krim dan bumbu masakan kemasan.

“Semangat yang digaungkan dalam Bazar UMKM ini, terletak pada UMKM laku dan habis terjual. Bukan meriah atau megahnya acara Bazar UMKM,” tutur Supendi.(Nur Rachmat)