Kendalikan Inflasi, Danny Pomanto Gelar Pasar Murah di 50 Kontainer Makassar Recover

146
POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Menindaklanjuti imbauan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian terkait penyediaan gudang penyimpanan stok pangan untuk pengendalian inflasi, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menginstruksikan Dinas Perdagangan Pemkot Makassar menggelar pasar murah di kontainer Makassar Recover.

Tahap awal, dilaksanakan di 50 kontainer Makassar Recover. Selanjutnya, akan diadakan secara keseluruhan sebanyak 143 kontainer.

“Tadi rapat via zoom, Mendagri imbau pemerintah daerah buat gudang penyimpanan. Hari ini kita sudah jalankan di kontainer. Sekarang jadi tempat pasar murah sesuai arahan pusat,” ucap Danny Pomanto usai mengikuti Rapat Kordinasi dalam rangka pembahasan langkah konkret pengendalian inflasi daerah yang dipimpin langsung oleh Mendagri RI, Tito Karnavian, via zoom, Rabu (8/02/2023).

Katanya, ada tiga komoditi yang disediakan dalam pasar murah kontainer, beras, minyak dan gula pasir. Tiga komoditi ini dinilai memiliki harga terbilang mahal di pasar.

Langkah ini dinilai Danny Pomanto bisa menekan inflasi. Terbukti, tiga komoditi di pasar murah kontainer langsung ludes di serbu masyarakat.

Tak hanya itu, langkah ini bisa memutus rantai para spekulan yang menaikkan harga dengan seenaknya di pasar.

“Kecil-kecilan dulu. Nanti dirapatkan kembali, apakah kita butuh gudang besar. Tadi pagi semua komiditi langsung habis di kontainer, liat respon pasar sampai mana oknum-oknum mau menaikkan harga. Secara tidak langsung kami berangsur-angsur menstabilkan harga,” paparnya.

Danny menargetkan, kehadiran pasar murah bisa menurunkan inflasi ke angka 3 persen. Di mana saat ini, inflasi kota Makassar pada angka 5,99 persen.

“Kami liat efeknya, Februari ini penentuan, sukses tidaknya. Tahap selanjutnya semua kontainer adakan pasar murah. Intinya layani masyarakat dengan cepat, tepat dan harganya lebih murah,” harapnya.

Baca Juga :   Ini Peran Duta Transformasi DJP

Pasar murah sendiri digelar tanpa batas waktu tertentu.

“Intinya sampai angka inflasi turun, sambil terus lakukan evaluasi. Tidak menutup kemungkinan, jenis komoditi ditambah, namun tidak mematikan fungsi pasar,” pungkas Danny Pomanto. (*)