Kunjungi Uji Teknologi Food Waste, Danny : Segera Diterapkan di Makassar

137
POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, mengunjungi uji teknologi food waste bank based on the BSF Breeding Technology di Wilayah Bank Sampah Pusat yang di perlihatkan langsung oleh tim Entomo.co di Paccerakkang, Senin (30/5/2022).

Kunjungannya ini melihat langsung proses bagaimana sampah makanan dimanfaatkan dan diolah menjadi lebih bermanfaat.

Danny Pomanto, mengatakan, ini sesuai dengan konsep yang akan diwujudkan di Makassar, yakni bagaimana sampah di Kota Makassar bisa berkurang dengan pengelolaan yang tepat.

“Saya kira teknologi manggot ini adalah sebuah teknologi yang kita uji di Makassar yang ternyata lebih bagus hasilnya dari daerah asalnya yaitu di Korea. Apalagi matahari sangat menentukan, dan di Makassar ternyata cocok. Kita akan segera menerapkan di Makassar, apalagi sampah di Makassar perlu diurai,” ucap Danny.

Danny juga menyatakan, kehadiran teknologi ini dapat membantu mengelolah sampah menjadi lebih bermanfaat.

“Sekedar diketahui, dalam 1 hari Kota Makassar menghasilkan sampah sebanyak 1.200 ton dan didominasi oleh sampah makanan. Karena Makassar kan kota kuliner dan kehadiran teknologi ini saya pikir sangat membantu,” katanya.

Kapasitas satu alat teknologi ini sendiri, kata Danny, bisa mengelola sampah makanan sebanyak 3 ton per hari. Harganya cukup fantastis, yakni mencapai Rp2 miliar.

Sementara, Direktur Bank Sampah Makassar, Sahar, menjelaskan output teknologi tersebut.

“Jadi sampah ini kita ambil dari restoran, toko-toko makanan dan sejenisnya. Kemudian dimasukkan dan diolah dan hasilnya itu diurai manggot selama 40 hari dan outputnya 90 persen menjadi pupuk organik,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Sahar, hasil dari teknologi food waste ini bisa menghasilkan berbagai macam produk kosmetik, dan minyaknya bisa jadi biosel.

Baca Juga :   Pj Sekda Paparkan Inovasi dan Implementasi Pemprov Sulsel Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik

“Di korea minyak hasil pengelolaan sampah makanan ini sangat berguna. Kelebihan dari adanya teknologi ini juga membuat kota Makassar bisa menciptakan industrinya sendiri dengan memberdayakan masyarakat, karena manggot ini bisa diekspor dan membuat sabun-sabun kecantikan,” katanya.

Marwiah Syam