Laksanakan Fungsi Industrial Assistance, Bea Cukai Sulbagsel Kunjungi PT Mars Symbioscience Indonesia

167
POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) melaksanakan program Customs Visit Customer (CVC) ke PT Mars Symbioscience Indonesia (Mars) di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Makassar.

Kegiatan yang merupakan salah satu fungsi Bea Cukai sebagai industrial assistance, dihadiri langsung Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, Nugroho Wahyu Widodo beserta jajaran, serta jajaran direksi PT Mars diwakili Marlyn Patta Sumbung (S&F Director) dan perwakilan manajemen lain.

Nugroho Wahyu Widodo dalam sambutannya menyampaikan, CVC bermanfaat untuk meningkatkan komunikasi dan mengetahui kebutuhan pengguna jasa, dalam hal ini penerima fasilitas kepabeanan.

POTO : ISTIMEWA

“Komunikasi penting agar kami dapat meningkatkan kinerja pelayanan serta menghilangkan asumsi dan persepsi,” ujar Nugroho.

PT Mars adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan coklat dan pakan hewan peliharaan (vet), sekaligus penerima fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) Pembebasan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Fasilitas KITE sendiri merupakan fasilitas pembebasan bea masuk dan PPN impor tidak dipungut atas impor bahan baku untuk diolah, dirakit, dipasang dan hasil produksinya diekspor.

CVC diawali pemaparan proses bisnis PT Mars, penjelasan terkait update implementasi fasilitas KITE dan sesi diskusi. Rangkaian kegiatan berjalan  menarik dan interaktif membahas berbagai isu terkait pengembangan industri cokelat di Sulawesi Selatan dan diakhiri dengan factory tour.

Corporate Affairs Director PT Mars, Jeffrey Haribowo menyampaikan saat ini komposisi biji kakao impor di Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan biji kakao lokal. Namun demikian, ekspor hasil produksi industri kakao masih mampu menciptakan neraca yang positif.

Jeffrey menyebutkan, neraca positif sebaiknya tidak membuat pemangku kebijakan terlena.

“Bayangkan saja berapa devisa ekspor serta surplus neraca yang dihasilkan apabila kebutuhan biji kakao impor dapat dipenuhi dari dalam negeri,” sebutnya.

Baca Juga :   Kreatif dan Inovatif Kembangkan Produk Lokal

Berbagai program research & development (R & D) dan kemitraan dengan petani kakao akftif dikembangkan PT Mars. PT. Mars berkomitmen mengembangkan rantai pasok perusahaan dari hulu ke hilir, antara lain dengan meningkatkan kualitas biji kakao Sulawesi Selatan menjadi biji kakao yang premium.

Pemberian fasilitas KITE bermanfaat untuk memberikan kelonggaran cashflow bagi perusahaan yang berorientasi ekspor, sekaligus mendorong peningkatan devisa ekspor yang lebih besar untuk menciptakan neraca perdagangan yang positif. Kedepannya, diharapkan PT Mars senantiasa berkonsultasi kepada Bea Cukai Sulbagsel dalam pemanfaatan fasilitas KITE pembebasan.