Lewat Program TJSL, PLN Dorong Pengembangan Desa Wisata Kassi di Sulawesi Selatan

513
Kegiatan panen cabai dari bantuan TJSL PLN yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Kegiatan Peninjauan dan Penilaian 75 Besar Desa Wisata Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 di Provinsi Sulawesi Selatan. POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli terus mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan desa Wisata salah satunya di Desa Kassi, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan.

Desa wisata yang terletak di bagian utara Kabupaten Jeneponto tersebut memiliki keberagaman wisata dengan udaranya yang asri serta menjunjung tinggi adat istiadat, budaya dan kesenian. Selain itu UMKM di daerah itu turut memiliki keberagaman dan keunikan tersendiri. Hal tersebut yang mendorong PLN untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan desa wisata dan UMKM melalui program TJSL. Apalagi desa tersebut merupakan salah satu dari 75 desa lainnya yang turut serta dalam Anugerah Desa Wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2023.

Ketua Kelompok Sadar Wisata, Syarifuddin mengatakan, kini masyarakat dan pelaku usaha di desa wisata terbantu berkat kerjasama dan bantuan yang diberikan oleh PLN Peduli. Melalui bantuan TJSL, PLN menghadirkan beberapa pengembangan UMKM dan Desa Wisata dengan beberapa fasilitas bantuan seperti alat _roasting_ kopi, _grinder_ kopi, alat pengolahan saus dan dodol yang kini berkembang dan menjadi salah satu UMKM unggulan Desa Kassi dengan sertifikasi Halal.

Pelaksanaan Kegiatan Peninjauan dan Penilaian 75 Besar Desa Wisata Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 di Provinsi Sulawesi Selatan. POTO : ISTIMEWA

Selain itu melalui program TJSL, PLN memberikan bantuan dalam pengembangan _homestay_ dan alat digital kreatif seperti kamera dan laptop yang saat ini manfaatnya telah dirasakan masyarakat Desa Wisata Kassi.

“Program Desa Wisata Kassi ini memberikan dampak manfaat peningkatan pendapatan finansial bagi UMKM, pengelola dan masyarakat di sekitar lokasi objek wisata terutama untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari,” kata Syarifuddin.

Syarifuddin merinci, dari hasil pelaksanaan program tersebut, ia telah berhasil meningkatkan pendapatan kelompok hingga mencapai omset sebesar Rp 9 jutaan dengan rata-rata pengunjung wisatawan kisaran 1.200 orang per bulan. Sebelumnya ia hanya mampu meraup sekitar Rp 2 jutaan per bulan.

Baca Juga :   Vaksin Covid 19 Tiba di Sulsel

“Bahkan saat momen libur akhir tahun pengunjung meningkat drastis dan pendapatan menjadi Rp 25 jutaan,“ kata Syarifuddin.

General Manager PLN UID Sulselrabar Moch. Andy Adchaminoerdin mengatakan, kehadiran program PLN Peduli ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan pembangunan berkelanjutan bagi UMKM. “Sebagai BUMN, PLN berkomitmen tidak hanya fokus pada kegiatan bisnis semata tetapi juga berdampak pada kehidupan masyarakat. PLN melaksanakan program TJSL yang menyentuh langsung aspek kehidupan masyarakat dan lingkungan sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau _Sustainable Development Goals_ (SDG’s),” ujar Andy.

Lanjut Andy, PLN memberikan bantuan berupa mesin penggiling kopi, penanaman 500 bibit pohon produktif dan perlengkapan _homestay_ di desa wisata tersebut.

Andy merinci, total 3 program TJSL yang telah dijalankan PLN UID Sulselrabar sepanjang tahun 2023 di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat untuk pengembangan ekonomi UMKM, kawasan desa wisata, pendidikan dan konservasi lingkungan.

“Program-program yang dijalankan itu berdampak positif kepada masyarakat sekitar termasuk 25 pelaku UMKM. Tentunya hal tersebut memberikan dampak positif kepada peningkatan ekonomi berkelanjutan bagi UMKM serta menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya. (*)