Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mengembangkan Agribisnis

POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, BOMBANA  – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, kali ini dilaksanakan secara virtual di Bombana, Sulawesi Tenggara pada 2 Desember 2021.

 

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang dibahas pada kali ini adalah “Sukses Berbisnis Daring Produk Kelautan”.

 

Program kali ini menghadirkan 381 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Web Developer, Rizki Hessanda; Narablog dan Pengrajin, Irma Suryani; Dosen, Indra Samsie; serta Dosen, Ninuk Wiliani. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Artha/Azizah selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Beranjak ke sesi pemaparan, Rizki Hessanda sebagai narasumber pertama tampil membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Strategi Marketing Digital untuk Petani dan Nelayan di Tengah Pandemi Covid-19”.

 

Menurut dia, pemanfaatan marketing digital untuk produk agribisnis dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, personal dan relevan. Berbagai platform digital mulai dari media sosial, lokapasar maupun WhatsApp bisa digunakan untuk menjual produk kita.

 

“Penguasaan kemampuan penggunaan ruang digital sebagai etalase produk akan mampu meningkatkan penjualan dan menjadikan ruang digital kita produktif, kreatif dan positif,” pungkasnya.

Berikutnya, Irma Suryani menyampaikan materi etika digital berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia mengatakan, hal yang harus diperhatikan saat memulai bisnis daring, antara lain menentukan target usaha, identitas merek dan media digital yang tepat. Selanjutnya, kenali target pasar dan jalankan strategi pemasaran digital secara terukur.

Baca Juga :   Nakhoda OJK Sulamapu, Dari Bambang ke Zulmi

 

“Usaha daring di era digital punya prospek menjanjikan, apalagi di bidang produk kelautan Indonesia yang melimpah. jangan ragu jangan takut, kuncinya adalah mulai saja dulu,” ungkapnya.

 

Sebagai pemateri ketiga, Indra Samsie membawakan tema budaya digital tentang “Transformasi ke Budaya Digital: Pola Konsumtif ke Produktif”. Menurut dia, budaya digital sudah menjadi tatanan kehidupan baru masyarakat yang mempengaruhi gaya interaksi hingga menimbulkan kebiasaan baru, seperti bermedia sosial, belanja daring, transaksi digital, sekolah daring dan bekerja dari rumah.

 

“Tanpa disadari kita bisa jadi lebih konsumtif, sehingga diperlukan kontrol dan komitmen diri dalam menekan perilaku konsumtif seraya meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan kemajuan digital,” ujarnya.

 

Adapun Ninuk Wiliani, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Memahami Pinjaman Daring yang Aman dan Legal”. Ia mengatakan, perkembangan teknologi keuangan kian pesat seiring kemajuan teknologi. Berbagai jenis fintech mulai dari yang berbasis lokapasar hingga pinjaman daring banyak bermunculan.

 

“Agar cerdas dan aman dalam mengajukan pinjaman daring, periksalah kredibilitas, pendaftaran, syarat dan ketentuan, persetujuan, konfirmasi pinjaman serta penerimaan uang dari penyedia jasa pinjaman daring tersebut,” pesannya.

 

Acara berikutnya adalah sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Sesi ini disambut dengan beragam pertanyaan dari para peserta. Dalam webinar di Bombana tersebut, panitia membagikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

 

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana strategi mengatur keuangan agar tetap stabil dan tidak tergoda konsumerisme berlebihan.  Narasumber menyarankan untuk disiplin pada rencana alokasi anggaran rutin dan kendalikan hasrat konsumsi dengan memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan.

 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Baca Juga :   Rakor Bersama Empat O­PD, Wagub Sulsel Baha­s Perencanaan Program­ Strategis APBD Pokok­ 2021

 

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.