MENJADIKAN BOTOL BEKAS BERNILAI JUAL TINGGI

Owner Usaha Lampu Botol Kaca, Muhammad Alif (kiri) dan Muhammad Adnan (kanan), saat memperlihatkan Hasil Karya Wirausahanya, di Rumah Industri di Perumahan AngkasaPura Sudiang, Makassar.

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR —  Botol bekas jangan jadikan sampah, karen dapat dijadikan produk yang bernilai ekonomis. Seperti yang ­dilakukan Muhammad Adnan Takdir, mahasiswa ­Universitas Muslim Indonesia (UMI) jurusan ­Arsitektur melihat banyak botol-botol bekas hanya dijadikan sampah, tidak memiliki nilai jual dan tidak bermanfaat.

dengan niat ingin menciptakan sesuatu yang lebih produktif, Adnan bersama kakak iparnya Muhammad Alif mulai mengangkat kembali botol-botol bekas itu. “Mengacu pada program pemerintah dalam meningkatkan ekonomi kreatif, kami berinisiatif membuatnya menjadi sebuah lampu botol hias yang menarik dan di sukai masyarakat,” tuturnya.

Dengan modal awal usahanya Rp 2,8 juta, kini Adnan sudah dapat meraup omzet puluhan juta per-tahun dari botol bekas yang didapatkan dari TPA (tempat pembuangan Akhir) dan juga tempat hiburan malam. Juga sekaligus membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang membutuhkan. “Sehari saya bisa produksi 1-2 buah, sebulannya bisa kurang lebih 20 buah, tergantung dari yang memesan,” ungkapnya.

Untuk proses pembuatan, ternyata tidak membutuhkan waktu lama. Produk yang dijual terdiri dari beberapa jenis motif yang berbeda-beda, seperti lampu untuk dudukan, lampu gantung, dan lampu dinding.

Untuk harga sangat terjangkau, mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 400 ribu per pieces. Pembelian atau pemesan dapat dilakukan dengan mengunjungi home industri yang beralamat di Jalan Goa Ria Kompleks Angkasa Pura Kecamatan Sudiang. Juga bisa mendatangi Gramedia Mall Panakukang. Segmen pasarnya sebagian besar anak muda, serta pengusaha kafe, warkop dan restoran./Komang Ayu

Baca Juga :   Adnan Imran Liburan yang Berbuah Manis