
BERKUNJUNG ke Provinsi Gorontalo, nampaknya terasa tak lengkap jika belum mendatangi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan, Hiu Paus Botubarani. Meskipun sinar matahari terasa terik, tak mengurangi kegembiraan dan rasa takjub akan indahnya hamparan gunung dan laut.
Ditambah kemunculan “Sherly” (Cara pemandu wisata lokal menyebut hiu pau Botubarani, red) yang mempesona, meliak liuk dan terlihat jelas dengan ukuran cukup besar di bawah kano viberglass yang ditumpangi wisatawan.
Penulis berkesempatan merasakan langsung sensasi kemunculan hiu paus di Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo tersebut, Sabtu (29/11/2025), bersama 24 jurnalis Makassar yang ikut dalam “Media Gathering” LPS Wilayah III Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua).
Dengan tema “Cerita Dari Timur”, LPS Sulampua dan Jurnalis memulai perjalanan sekitar pukul 08.30 WITA menuju Wisata Hiu Paus Botubarani yang berlokasi di Kabupaten Bone Bolango. Jarak tempuhnya sekitar 30 menit dari Hotel Aston Gorontalo, tempat jurnalis menginap

Sepanjang perjalanan, tersuguhkan panorama khas Gorontalo. Bentangan laut biru di sisi kanan jalan, dan barisan gunung yang membuat enggan memalingkan perhatian.
Tiba di lokasi, wisatawan melakukan reservasi untuk kemudian diarahkan menaiki perahu sampan berukuran kecil yang cukup untuk tga penumpang. Perahu sudah dilengkapi penutup untuk mengurangi sengatan matahari langsung, mengingat, untuk bisa menikmati sensasi kemunculan hiu paus, butuh waktu untuk menunggu giliran dengan wisatawan lain. Apalagi jika pengunjung saat itu dalam keadaan ramai.
Hanya sekitar 30 meter dari bibir pantai, keberadaan hiu paus sudah dapat dinikmati. Dari perahu sampan, wisatawan kemudian pindah masing-masing satu orang, naik ke kano viberglass. Di sini, sensasi dimulai. Terutama yang tidak cakap berenang, mulai tegang, bercampur gembira.
“Saya hanya khawatir, hiu paus menabrak kano dan terbalik,” ujar Kepala Perwakilan III LPS Sulampua, Fuad Zein.
Iya, kekhawatiran itu wajra, karena tepat di bawah kano bening itu, terlihat jelas hiu paus berukuran besar dengan panjang sekitar 6–7 meter berenang pelan mengikuti gerakan perahu.
Namun, dengan pengalaman bertahun-tahun, pemandu lokal tahu betul cara menenangkan wisatawan, sekaligus membuat hiu paus tetap berada di sekitar kano dan sesekali memunculkan badannya ke permukaan. Sehingga wisatawan dapat melihat keberadaannya dengan sangat jelas. Namun ingat, wisatawan tidak diperkenankan untuk menyentuh langsung badan hiu paus.
Untuk merasakan pengalaman sensational tersebut, wisatawan cukup mengeluarkan sekitar Rp550 ribu per orang.
Perkuat Sinergi
Sementara itu, “Media Gathering” digelar Kantor Wilayah III LPS Sulampua untuk memperkuat sinergi antara LPS dengan media. Acara berlangsung di Kota Gorontalo, 28-30 November 2025. LPS menekankan pentingnya peran media dalam edukasi dan komunikasi mengenai program penjaminan simpanan LPS khususnya di wilayah Sulampua.
“Media memiliki peran penting dalam peningkatan literasi keuangan masyarakat di daerah. Juga memiliki tanggung jawab untuk terus mengedukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait penjaminan simpanan,” ujar Kepala Perwakilan III LPS Sulampua, Fuad Zaen.
Media kata Fuad, memiliki cakupan, jangkauan, dan penyebaran yang luas, dapat menjangkau lebih banyak masyarakat daripada yang dapat dijangkau LPS secara fisik.
“Melalui media gathering, kami ingin mempererat kolaborasi agar sinergi yang sudah terjalin semakin kuat. Ini penting, mengingat tantangan yang dihadapi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional semakin kompleks,” tambahnya.
Fuad berharap, melalui sinergi yang kuat, LPS dan media dapat bekerja sama untuk memastikan informasi kepada masyarakat selalu akurat, terpercaya, dan mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.
Deputi Kepala KPW III LPS, Prayitno Amigoro, memberikan gambaran mengenai cakupan penjaminan simpanan LPS di wilayah Sulampua. Per 31 Oktober 2025, jumlah rekening nasabah bank yang dijamin seluruh simpanannya (Simpanan hingga Rp2 miliar), sebesar 99,97 persen dari total rekening yang ada di Sulampua. Penjaminan ini mencakup rekening bank umum dan BPR/BPRS.
Dana nasabah di bank yang memenuhi syarat, otomatis dijamin LPS, sehingga nasabah tidak perlu khawatir mengenai keamanan simpanan.
Nasabah yang memiliki uang lebih Rp2 miliar, diimbau mendistribusikan simpanan ke berbagai rekening bank berbeda agar dana dijamin seluruhnya , ketika bank mengalami kebangkrutan atau dicabut izin usahanya.
Bali Putra








