Pahami Preferensi Media Sosial tiap Generasi: Kiat Sukses Unggah Konten

POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, MUNA  – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Si berkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 1 Desember 2021 di Muna, Sulawesi Tenggara.

 

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan webinar dengan tema “Dakwah Ramah Perkuat Semangat Kebangsaan” kali ini diikuti oleh 894 peserta.

 

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini, yaitu H. Kammarudin selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Muna, Septiaji Eko Nugroho selaku Ketua Presidium Mafindo, La Ode Irhan Wuga selaku Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Kabupaten Muna, Wa Ode Nur Iman selaku Pengajar FIB UHO Kendari, serta Andi Amalia Kartika selaku selebgram. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Debi Glenn selaku spesialis komunikasi.

 

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Beralih ke sesi pemaparan, narasumber pertama yaitu Septiaji Eko Nugroho mengusung materi berjudul “Cakap Berdakwah  di Era Digital”.

 

Septiaji menuturkan bahwa generasi Milenial dan generasi X umumnya lebih sering menggunakan Facebook, sementara generasi Z lebih condong memanfaatkan Instagram. Maka dari itu, penting bagi kreator konten memahami target audiensnya. “Buatlah konten semenarik mungkin untuk menarik perhatian orang karena 5 detik pertama adalah waktu yang menentukan apakah orang akan terus menyimak konten kita atau tidak,” ujarnya.

 

Sesi pemaparan materi dilanjutkan oleh Wa Ode Nur Iman yang membahas mengenai “Keamanan Digital: Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Ia menjelaskan, ada banyak hal yang perlu diperhatikan saat mengunggah konten atau menulis komentar di media sosial, diantaranya menggunakan bahasa yang sopan, menghargai pendapat orang lain, serta berbicara atau berkomentar sesuai dengan konteks.

Baca Juga :   Kalla Group Gelar Kajian Ramadan dan Khatam Al-Qur’an Online

 

“Adapun tips untuk membuat konten yang baik, yaitu tidak mengumbar informasi pribadi serta pahami dan hargai hak cipta saat kita menggunakan foto/video. Pastikan dulu apakah gambar tersebut dilindungi oleh hak cipta atau tidak agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” pesan dia.

 

Pemateri ketiga, La Ode Irhan Wuga, membawakan materi berjudul “Literasi Digital dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan”. Irhan menjelaskan, era digital adalah zaman di mana semua kegiatan yang mendukung kehidupan dipermudah dengan teknologi.

 

Adapun wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan dengan mengutamakan kesatuan dan persatuan di wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“Bangun wawasan kebangsaan di ruang digital dengan menjadikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan serta memberikan pengetahuan dasar tentang pentingnya multikulturalisme dan kebhinekaan, baik di ruang digital maupun di kehidupan nyata,” terangnya.

Andi Amalia Kartika menutup sesi pemaparan materi dengan paparan berjudul “Bijak di Kolom Komentar”. Ia mengatakan, media sosial tidak semata tempat bersosialisasi di dunia maya, namun berkembang menjadi tempat menuangkan ide dan pendapat bagi penggunanya.

 

“Saat ada permasalahan di media sosial, kita cenderung ikut beropini. Untuk itu, saat berpendapat atau berkomentar di media sosial, beri komentar sesuai konteks permasalahan dan gunakan kata-kata yang sopan,” imbau dia.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memperoleh uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Elza, salah seorang peserta webinar, bertanya tentang bagaimana menanggapi komentar negatif di media sosial dengan bijak, terutama ketika polisi sudah mulai terlibat. Menjawab pertanyaan tersebut, Amalia menjelaskan bahwa permasalahan tersebut mungkin sudah dirundingkan baik-baik sebelumnya karena akan jauh lebih rumit jika sudah masuk ke jalur hukum. “Maka dari itu, bersikap bijaklah sebelum berkomentar di media sosial,” pungkasnya.

Baca Juga :   Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi Berulang Tahun ke-41

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

 

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.