Pemkot Makassar Perkuat Sinergi Jaga Kestabilan Harga Bahan Pokok

114

BISNISSULAWESi.COM, MAKASSAR – Demi menjaga kestabilan harga bahan pokok, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperkuat sinergi lewat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Makassar .

Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Kota Makassar, Rusmayani Madjid, mengatakan, sinergi ini adalah bentuk respon penuh sebagai upaya mengantisipasi terjadinya gejolak harga di sejumlah bahan pokok di pasaran menjelang Bulan Suci Ramadan.

“Fokus kita adalah memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan dengan cara menjaga kestabilan harga-harga kebutuhan pokok di pasaran. Hal ini juga menjadi instruksi pak Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, agar seluruh stakholkder memperkuat sinergi agar tidak terjadi kelangkaan dan gejolak harga bahan pokok, sehingga warga kita bisa tenang menjalankan Ibadah di Bulan Suci Ramadan ini,” katanya saat Rapat Koordinasi TPID Kota Makassar, di Gedung Balaikota Makassar, Jl Balaikota, Selasa (29/3/2022)

Rusmayani juga menjelaskan, bahwa TPID memiliki tanggungjawab untuk memantau dan menyiapkan langkah-langkah strategis dalam mengatasi terjadinya inflasi di Kota Makassar.

Sementara itu, Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Hasiando G. Manik, mengatakan, kondisi global telah ikut mempengaruhi kondisi dalam negeri, termasuk bahan pokok yang produknya bersumber dari luar negeri.

“Kita berharap produk lokal seperti ikan, cabai, bawang merah, serta yang lainnya dapat kita kendalikan. Kita bersama-sama di TPID ini saling bersinergi, termasuk dengan aparat keamanan demi menjaga lancarnya rantai pasokan dan memastikan tidak ada penimbunan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujar Hasiando.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Makassar, Harisun, juga mengajak seluruh stakeholder untuk memassifkan pesan ke publik agar tidak melakukan panic buying mengingat stok minyak goreng sebenarnya cukup memadai.

Baca Juga :   Luncurkan Program Eco-Basic, Garuda Indonesia sasar 'back packer'

“Salah satu penyebabnya panic buying karena banyak masyarakat kita, terutama ibu-ibu rumah tangga yang melakukan belanja minyak goreng secara berlebihan melebihi kebutuhan yang sebenarnya. Makanya informasinya yang harus diperbaiki. Mari kita membeli minyak goreng sesuai kebutuhan saja,” katanya.

Marwiah Syam