Pemprov Sulsel Beri Bantuan Benih Gratis Unggul untuk Lahan 1000 ha di Lutra

128
POTO : MARWIAH SYAM

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memberikan bantuan benih gratis untuk 1000 hektar lahan pertanian kepada para petani di Kabupaten Luwu Utara (Lutra).

Bantuan benih sebanyak 25.000 kg atau 25 ton tersebut, diserahkan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, kepada kelompok tani di acara 23 Tahun Kabupaten Luwu Utara pada Rapat Paripurna DPRD Lutra, Kamis (12/5/2022) kemarin.

Benih gratis yang diserahkan ini melalui program Mandiri Benih oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Pertanian Sulsel. Program prioritas ini juga diinisiasi langsung oleh Andi Sudirman Sulaiman.

“Kita menyalurkan bantuan benih gratis melalui mandiri benih. Kita melakukan penangkaran di Sulsel. kemudian hasil benihnya kita bagikan gratis kepada petani,” kata Andi Sudirman.

Dengan dilakukannya penangkaran di Sulsel, kata Andi Sudirman, maka benih yang disalurkan meminimalisir penggunaan bahan kimia serta benih yang dihasilkan dan dibagikan sesuai dengan kondisi tanah di daerah.

Terkhusus di Luwu Utara, Pemprov Sulsel telah melakukan penangkaran pada lahan seluas 5 hektar. Namun hasil benih yang disalurkan ke petani berkali lipat hingga 1000 hektar.

“Kabupaten Luwu Utara menjadi salah satu sasaran dalam program mandiri benih tanaman pangan, khususnya benih tanaman padi. Dengan melibatkan petani penangkar di luwu utara, penangkaran dilaksanakan di lahan petani penangkar seluas 5 hektar. namun benih sebar yang akan diberikan gratis ke petani berkali-kali lipat, seluas seribu hektar lahan pertanian atau 25 ton benih,” jelasnya.

Salah satu petani, Alvius Gade, mengatakan, sangat senang dan bersyukur atas bantuan benih unggul gratis dari Pemerintah Provinsi.

“Kami sangat bersyukur sekali sebagai petani. Atas kepedulian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada kami,” katanya.

Marwiah Syam

Baca Juga :   Tuan Rumah Forum ASEAN, Danny Pomanto Dampingi Mensos Tri Rismaharini Tinjau Sentra Wirajaya Makassar