Pemprov Sulsel Bersama Pecinta Filateli Gelar Pameran Nasional

104
POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pemerintah provinsi Sulsel mengapresiasi inisiatif  komunitas pecinta dan penghobby filateli, yang bersama Dinas Kominfo Sulsel merencanakan menggelar pameran nasional. Keberadaan filateli, menjadi bagian tak terpisahkan dalam memperdalam ilmu sejarah, menciptakan jalinan persahabatan dan persaudaraan, serta meningkatkan kreatifitas.

Hal tersebut diungkapkan Asisten III Bidang Administrasi, Tautoto T Ranggina, saat membacakan sambutan mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, pada Pameran Nasional Filateli di TSM Makassar, Jumat (21/10/2022).

Pameran filateli tahun ini mengangkat tema “Transformasi Filateli Menuju Indonesia Maju dan Berkarakter”, dan berlangsung 3 hari, 21-23 Oktober 2022.

Selain untuk memperkenalkan, juga memberikan edukasi kepada generasi muda serta masyarakat luas, akan pentingnya filateli sebagai sarana penyampaian ilmu pengetahuan sejarah masa silam, dan sebagai ajang mempererat tali persaudaraan antar pecinta dan kolektor filateli. Kegiatan ini juga digelar untuk memperingati hari jadi ke-353 Sulawesi Selatan.

“Di era 20 dan 30 tahun lalu filateli sangat-sangat dibutuhkan. Tapi sekarang sudah menjadi lembaran bagian dari sejarah, dan ini bagusnya bisa menjadi rujukan atau bisa menjadi pelajaran bagi siswa-siswa SD, SMP dan SMA. Generasi muda yang belum tidak sempat melihat mata uang kuno, bisa melihat dengan menghadiri pameran filateli ini,” ungkap Tautoto T Ranggina.

Ia juga berpesan, agar masyarakat datang untuk menyaksikan pameran filateli ini, sambil melepas penat di akhir pekan. Keunikan ribuan perangko serta kartu kartu kuno yang dipamerkan, dapat menyegarkan mata dan pikiran, sehingga dapat membuat perasaan lebih bahagia dan produktif

Ditemui di akhir acara, Kepala Dinas Kominfo, SP Amson Padolo mengungkapkan, dari acara ini masyarakat bisa menggali sejarah, untuk dijadikan penentu mengambil sikap dan langkah untuk masa depan. Bagaimana masyarakat bisa mengenang, sekaligus mengingat sejarah masa lampau, khususnya perkembangan Pemerintahan Sulawesi Selatan.

Baca Juga :   Pertamina Pastikan Harga LPG 3 kg Tetap

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Selain bisa mempelajari sejarah, bagaimana kita menjalin hubungan komunikasi, persahabatan berbagai komunitas melalui korespondensi maupun melalui tukar menukar perangko dan filateli,” tutup Amson Padolo.

Nur Rachmat