Penerimaan Kepabeanan & Cukai Sulsel Rp250,92 Miliar

221
Kepala Seksi Penerimaan dan Pengelolaan Data, Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sulbagsel, Stefanus Palinggi pada konferensi pers rilis kinerja APBN Regional Sulsel yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Kemenkeu Sulsel di Gedung Keuangan Negara, Jumat (27/10/2023). POTO : ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Penerimaan Kepabeanan & Cukai Sulawesi Selatan hingga 30 September 2023 mencapai Rp250,92 miliar atau 80,27% dari target penerimaan 2023. Peningkatan penerimaan bea dan cukai dipengaruhi kebijakan penyesuaian tarif CHT dan peningkatan produksi kakao ekspor, kontribusi Palm Kernel Shell serta realisasi impor gula (raw sugar).

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Penerimaan dan Pengelolaan Data, Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sulbagsel, Stefanus Palinggi pada konferensi pers rilis kinerja APBN Regional Sulsel yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Kemenkeu Sulsel di Gedung Keuangan Negara, Jumat (27/10/2023).

Dikatakan Stefanus, penerimaan cukai mencapai Rp79,21 miliar, dipengaruhi penyesuaian tarif CHT 10% dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) September 2023 yang tumbuh 40,76% (YoY). Juga munculnya dua entitas baru pada Sentra Industri Hasil Tembakau (HT) Soppeng, memberikan harapan positif untuk pertumbuhan penerimaan cukai HT.

Bea Masuk mencapai Rp143,10 miliar. September 2023, komoditi raw sugar menyumbang Rp8,18 miliar atau melambat dibandingkan bulan lalu akibat terhambatnya pasokan air bersih untuk proses produksi pada Makassar Tene.

“Bea masuk alami shortfall signifikan, dibandingkan capaian periode sama tahun lalu. Disebabkan, importasi insidentil September tahun lalu berupa submarine cable system, tidak terjadi lagi tahun ini,” ujarnya.

Dikatakan, terkait Penerimaan Bea Keluar September 2023 mencapai Rp28,61 miliar. Didominasi komoditi kakao Rp4,7 miliar, setelah bulan lalu melambat akibat kesulitan pasokan bahan mentah biji kakao. Meski perusahaan penghasil produk kakao kembali aktif berproduksi, namun tantangan pasokan bahan mentah tetap menjadi kendala beberapa bulan ke depan.

Editor : Bali Putra

Baca Juga :   Tertahan di Zona Merah, IHSG Ditutup Melemah ke Level 6087.913