Penting dan harus Dibudayakan, Disnaker Makassar Gelar Bimtek Penerapan K3

357
Disnaker Makassar melalui Bidang Perencanaan dan Produktifitas menggelar pelatihan kerja dan konsultasi penerapan K3 untuk peningkatan produktifitas perusahaan. Pelatihan dibuka Kepala Disnaker Makassar, Nielma Palamba, Senin (10/06/2024) dan berlangsung lima hari hingga Jumat (14/06/2024). POTO : ASRUL

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar melalui Bidang Perencanaan dan Produktifitas menggelar pelatihan kerja dan konsultasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk peningkatan produktifitas perusahaan. Diikuti 50 peserta dari berbagai perusahaan di Kota Makassar.

Pelatihan berlangsung di Hotel Vasaka, dibuka Kepala Disnaker Makassar, Nielma Palamba, Senin (10/06/2024) dan berlangsung lima hari hingga Jumat (14/06/2024).

Kepala Bidang Perencanaan Tenaga Kerja dan Produktifitas Disnaker Makassar, Pantja Nurwahidin selaku ketua panitia menyebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pengembangan, pembinaan dan peningkatan kompetensi dan produktifitas tenaga kerja di Kota Makassar.

“Dasar pelaksanaannya tentu mengacu pada peraturan perundang-undangan, termasuk Perwali Kota Makassar dan juga sudah menjadi bagian dari DPA Disnaker Makassar 2024,” ujar Pantja.

Bimtek penerapan K3 yang digelar Disnaker Makassar, diikuti 50 peserta dari berbagai perusahaan di Kota Makassar. POTO : ASRUL

Dikatakan, kegiatan ini bertujuan berbagi pengetahun tentang K3 umum bagi stakeholder di perusahaan, juga update keilmuan bagi peserta yang sudah memiliki sertifikasi kompetensi K3 sebelumnya.

Sementara itu, saat membuka kegiatan, Nielma Palamba menyebutkan, untuk kegiatan penerapan K3 sebetulnya sudah menjadi ranah Disnaker dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan. Namun demikian, mengingat Kota Makassar yang merupakan ibu kota provinsi dan menjadi pusat pertumbuhan bisnis dan industri, sehingga dipandang perlu untuk mendapatkan penanganan dan pelayanan khusus serta mendapat perhatian lebih.

Di samping juga karena permintaan dari sejumlah perusahaan yang meminta Disnaker Makassar menggelar kegiatan ini.

“Oleh karenanya, kami gelar kegiatan ini. Kami (Pemerintah, red) sifatnya hanya stimulan. Yang kami harapkan, pihak perusahaanlah yang menjadikan kegiatan semacam ini sebagai salah satu program kerja berkelanjutan dan harus konsisten dijalankan,” ujarnya

Dikatakan, terkait kecelakaan kerja, itu sering terjadi salah satunya diakibatkan budaya kerja atau bahkan perusahaan yang belum maksimal menyiapkan perangkat dan peralatan K3. Oleh karenanya, melalui kegiatan ini, Nielma berharap adanya peningkatan kualitas kinerja dan produktifitas tenaga kerja untuk perusahaan. Pun sebaliknya, perusahaan dapat menerapkan K3 dengan baik.

Baca Juga :   Triwulan I-2024, Pendapatan Negara di Sulsel Capai Rp3,59 Triliun

Disnaker tambah Nielma, bukan hanya memberikan pelatihan keterampilan kepada pencari kerja. Namun bertanggungjawab terhadap para mereka yang sudah bekerja agar memiliki kualitas dan produktifitas yang terus meningkat.

Apalagi  saat ini Makassar juga menjadi salah satu kota paling strategis yang menerima dampak besar sebagai penyangga IKN. Di mana, peluang investasi semakin terbuka dan investor akan berdatangan ke Makassar yang tentunya butuh banyak tenaga kerja.

“Nah di sinilah kontribusi Disnaker. Ketika terbuka peluang investasi, harus diketahui secara pasti bagaimana perencanaan tenaga kerjanya,” sebut Nielma.

Bimtek penerapan K3, menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya dari PT. IKI dan Asosiasi Chief Engeneering (ACE) Sulsel. Di hari pertama (Hari ini), menghadirkan Lusius Hernomo yang membawakan materi tentang dasar-dasar K3 dan pencegahan bahaya kebakaran.

Dalam pemaparannya, Lusius menyebutkan, berdasarkan data BPJS tercatat bahwa kasus kecelakaan dan kesehatan kerja mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sehingga penerapan K3 di setiap perusahaan  merupakan hal yang sangat penting dan menjadi sebuah keharusan.

Bali Putra