Performa kinerja APBN terus meningkat

100

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar konferensi pers, bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko dan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak, beserta jajaran pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan Pusat, untuk merilis kinerja APBN Nasional dan Regional Sulawesi Selatan periode sampai dengan 28 Februari 2023, yang

diselenggarakan pada Selasa (21/3/2023).

Kegiatan ini digelar secara luring di Lantai 6 Gedung Keuangan Makassar II, dan secara daring via Live Youtube melalui tautan s.id/APBNSulsel2023.
KINERJA APBN NASIONAL.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Selatan, Supendi mengatakan, performa kinerja APBN terus meningkat dan melindungi perekonomian nasional.

“Kinerja APBN di Februari tahun 2023 terjaga baik. Pendapatan tumbuh 38,7% (yoy) dengan mencapai realisasi
Rp419,6 T (17,0% dari APBN) dan Belanja tetap on-track dengan pertumbuhan 1,8% (yoy) atau
dengan realisasi Rp287,8 T,” ujarnya.

Kondisi ini menurut Supendi, membawa APBN mengalami surplus Rp131,8 T atau 0,63% 5erhadap PDB. Keseimbangan primer masih tercatat positif sebesar Rp182,2 T.

Melihat kondisi Perekonomian Terkini, menurut Supendi, PMI Manufaktur Global bulan Februari 2023 mulai membaik namun belum masuk ke zona ekspansif (masih di 50,0). Beberapa negara berada dalam
zona ekspansif, seperti Indonesia bersama Tiongkok dan Vietnam yang pulih, sementara sebagian
negara besar masih di zona kontraksi.

Harga komoditas global masih volatile dengan harga komoditas energi dalam tren menurun. Di sisi lain, harga pangan masih terpantau tinggi, seperti kedelai dan jagung.

Di sisi lain, prospek perekonomian domestik masih kuat, dan diproyeksikan tumbuh stabil di Kuartal I 2023.

Selain itu, ungkap Supendi, kinerja Rupiah dan pasar SBN juga masih terjaga. Namun demikian, gejolak
dan sentimen di pasar keuangan perlu terus dicermati.

Baca Juga :   Harga Cabai Naik

Kinerja APBN pada Februari 2023, mencatatkan surplus, didukung tren belanja yang positif, serta diimbangi kinerja pendapatan yang masih kuat.

“Meski demikian, kewaspadaan dan mitigasi tetap dilakukan mengantisipasi ketidakpastian di sepanjang tahun 2023. Demikian disampaikan dalam publikasi APBN Kita edisi Maret 2023,” tutur Supendi.

Nur Rachmat