Pertamina Patra Niaga Sulawesi dan Hiswana Migas Monitoring Pangkalan LPG 3 Kg, Transaksi “Merchant Apps” Lancar

99
PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Hiswana Migas DPC 1 Makassar melakukan monitoring bersama ke pangkalan LPG 3 Kg di kota Makassar. Bertujuan mengetahui penerapan pembelian LPG 3 Kg menggunakan KTP yang sudah dijalankan awal 2024. POTO : ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Hiswana Migas DPC 1 Makassar melakukan monitoring bersama ke pangkalan LPG 3 Kg di kota Makassar. Bertujuan mengetahui penerapan pembelian LPG 3 Kg menggunakan KTP yang sudah dijalankan awal 2024.

Dalam kunjungan di beberapa pangkalan LPG 3 Kg, Sabtu (01/06/2024), Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto menyampaikan, monitoring dilakukan secara intens terhadap penerapan penggunaan KTP konsumen saat membeli LPG 3 Kg di Pangkalan resmi Pertamina.

“Alhamdulillah sudah dapat diterapkan dengan baik,” ucapnya.

Erwin menambahkan, pangkalan sudah dibekali Merchant Apps MyPertamina (MAP) untuk mendata konsumen yang membeli LPG 3 Kg menggunakan KTP.

POTO : ISTIMEWA

“Caranya mudah, konsumen hanya menunjukan KTP saat hendak membeli LPG 3 Kg dan membawa tabung kosong, kemudian pangkalan akan mencatat di dalam sistem tersebut supaya terdata,” imbuhnya.

Terkait stok LPG 3 Kg di wilayah Sulawesi Selatan, Erwin menegaskan, sangat aman. Di mana, pihaknya memiliki 188 Agen LPG 3 Kg dan 12.452 Pangkalan LPG 3 Kg untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ketua DPC 1 Hiswana Migas Makassar,  H.Sukardi, mengatakan, proses pendataan dengan sistem MAP berjalan lancer. Masyarakat kata dia, mulai terbiasa untuk membawa KTP saat membeli LPG 3 Kg subsidi, yang mana LPG ini diperuntukan hanya untuk masyarakat miskin sesuai label tulisan pada tabung,” ujarnya.

Pangkalan LPG 3 sudah mendapatkan sosialisasi dari Agen terkait tahapan baru pencatatan transaksi LPG 3 Kg melalui sistem MAP sehingga pangkalan sudah siap untuk penerapannya.

Dalam monitoring, Syamsu selaku pembeli yang sudah terdata mengaku tidak sulit saat membeli LPG 3 Kg.

“Sangat mudah, caranya hanya kasi tunjuk KTP kemudian langsung dilayani dan tidak mengantri lama,” ucapnya.

Baca Juga :   Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Tradisional, Gubernur Andi Sudirman : Harga Relatif Terkendali

Pemerintah melalui Pertamina menerapkan penggunaan KTP sejak awal Januari 2024 dan implementasi 100% mulai 1 Juni 2024 di seluruh pangkalan LPG 3 Kg. Agar golongan masyarakat membutuhkan dapat menikmati barang subsidi ini.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw menjelaskan, program ini untuk mewujudkan program pemerintah agar subsidi tepat sasaran. Program ini dapat berjalan dengan baik tentu atas kerjasama yang baik dengan Hiswana Migas.

“Tentunya dilapangan diperlukan kerjasama yang baik juga dengan aparat penegak hukum dan pemda dalam hal pengawasan serta penindakan bagi oknum penyalahgunaan LPG 3 Kg subsidi ini,” jelasnya

Fahrougi menambahkan, apabila terdapat pangkalan LPG 3 Kg yang nakal, ia meminta masyarakat menyampaikan langsung ke Pertamina.

“Seperti jika masyarakat menemukan pangkalan LPG 3 Kg yang tidak mencatat melalui sistem MAP, kemudian pangkalan menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) ataupun mendapati isi tabung di bawah standar maka dapat dilaporkan ke Pertamina Call Center 135 dan jika ditemukan pelanggaran maka akan diberikan sanksi tegas sesuai ketetuan yang berlaku,” ucapnya.

Sementara iitu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Petrus Ginting menegaskan, Pertamina Patra Niaga terus membuka pendaftaran pengguna LPG 3 kg di pangkalan. Konsumen cukup membawa KTP agar di catat oleh Pangkalan melalui MAP Pertamina.

“Pendaftar sudah mencapai 44,8 juta per Mei ini dan masih terus kita buka. Pendataan dilaksanakan dalam rangka subsidi tepat, agar subsidi Pemerintah jelas siapa-siapa pengguna atau yang menikmatinya,”jelas Irto.

*/Editor : Bali Putra