PLN Nyalakan 3.860 Sambungan Listrik Gratis

Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) PLN untuk masyarakat di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) dan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, WAJO – PT PLN (Persero) menyalakan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  PLN untuk masyarakat di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) dan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Hal ini, sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan listrik rumah tangga tidak mampu di Propinsi Sulawesi Selatan.

Penyalaan sambungan listrik gratis dilaksanakan secara simbolis di dua tempat berbeda, Desa Mattirotasi, Maros, Kamis  (8/9) lalu dan Desa Tancung, Wajo, Sabtu (10/9).

POTO : ISTIMEWA

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua PLN, Adi Priyanto mengapresiasi sinergi dan kerjasama Anggota DPR RI Komisi VII, Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, MSc, Kementrian ESDM hingga dukungan Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam serta Bupati Wajo, Amran Mahmud dalam pelaksanaan sambungan listrik program BPBL.

“Melalui sinergi dan kerjasama yang baik dari seluruh pihak, menjadi bukti komitmen PLN berkontribusi meningkatkan taraf hidup masyarakat tidak mampu dan listrik untuk kehidupan lebih baik,” ujar Adi Priyanto.

Bupati Wajo, Amran Mahmud berterima kasih atas bantuan sambungan listrik gratis dan perhatiannya kepada warga di Desa Tancung.

Amran berharap 3.000 warga Desa Tancung yang belum berlistrik dapat menikmati listrik gratis dari Kementrian ESDM program BPBL, agar bisa meningkatkan kesejahteraan serta perekonomian warga setempat.

“Semoga dua tahun lagi, 3.000 warga Desa Tancung yang belum berlistrik bisa segera dituntaskan. Supaya tidak ada lagi masyarakat Wajo yg tidak memiliki listrik,” harapnya.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Wanhar mengapresiasi dukungan stakeholder dalam penyaluran sambungan listrik pada program BPBL.

“”Untuk 3.000 warga desa Tancung yang belum mendapatkan akses listrik, Insyallah tahun 2024 bisa 100%,” ujar Wanhar.

Baca Juga :   Peringatan Bulan K3, Rektor UNM Ingin K3 Menjadi Budaya Hidup

Anggota Komisi VII, DPR RI, Dr. Ir. H. Andi Yuliani Paris, MSc mengapresiasi sinergi Kementrian ESDM dan PLN dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia.

“Terima kasih PLN, Kementrian ESDM atas kerja samanya. Mari kita bersinergi utk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Andi Yuliani Paris.

Kegiatan ini sendiri, berlandaskan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 /2022 tentang Bantuan Pasang Baru Listrik Bagi Rumah Tangga Tidak Mampu. Bantuan untuk 3.860 penyambungan listrik, menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022 sekitar Rp 3,7 miliar.

Masyarakat penerima program BPBLi mendapatkan, berupa, pemasangan instalasi listrik rumah sebanyak 3 titik lampu + 1 stop kontak, pemeriksaan dan pengujian instalasi Sertifikat Laik Operasi (SLO),  biaya penyambungan baru (BP) dan pengisian token listrik perdana.

Perwakilan penerima Program BPBL di Kabupaten Wajo, Norma, mengucapkan terimakasih sambungan listrik gratis dari Program BPBL.

“Saya merasa bahagia menerima bantuan listrik gratis, terimakasih kepada Kementrian (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan,” ujar Norma, salah seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai penenun di Desa Tancung.

Diketahui bahwa, Kementerian (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menargetkan 80.000 rumah tangga yang tersebar di Indonesia, bagi masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau yang berada di daerah terdepan, tertinggal dan terluar (3T) menjadi sasaran program BPBL melalui APBN Tahun Anggaran 2022.

Dengan meratanya listrik bagi seluruh masyarakat khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat serta meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) menuju 100%. Tercatat saat ini, Rasio Elektrifikasi (RE) di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 99,81%.

Editor : Bali Putra