Produk dan Wisata Lokal Makin Eksis dengan Promosi Digital

POTO : ISTIMEWA
BISNISSULAWESI.OM, KEP. SELAYAR  – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” kali ini dilaksanakan secara virtual di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dengan membahas tema “Promosi Digital Agar Daerah Wisata Terkenal” (26/11).
Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Entrepreneur dan Marketing Consultant, Hasrul Abdul Azis; Dosen Universitas Udayana, Richard Togaranta Ginting; Peneliti dan Presidium JADI Sulsel, Mardiana Rusli; serta Musisi dan Kreator Konten, Nur Alfarisi. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Jurnalis Azizah.
Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550  peserta. Pada program ini diikuti oleh 1.177 peserta dari berbagai kalangan.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Mengawali paparan, Hasrul Abdul Azis menyampaikan presentasi berjudul “Pentingnya Memiliki Digital Skills di Masa Pandemi Covid-19”. Menurut dia, kecakapan menggunakan aplikasi pemasaran digital diperlukan untuk membantu memasarkan atau menjual produk, termasuk produk wisata. “Sekitar 70% media digital punya andil besar bagi penyebaran informasi suatu destinasi wisata maupun akomodasi wisata kepada wisatawan,” tuturnya.
Selanjutnya, Nur Alfarisi membawakan materi dengan topik “Peran dan Fungsi e-Market dalam Mendukung Produk Lokal”. Pria yang akrab disapa Daeng Aris itu mengajak untuk melestarikan wisata dan produk lokal dengan memanfaatkan dunia digital. “Buatlah promosi konten yang positif agar wisata dan produk lokal semakin eksis dan dikenal masyarakat luas,” tandasnya.
Sebagai pemateri ketiga, Richard Togaranta Ginting membawakan tema “Mengenalkan Budaya Indonesia melalui Literasi Digital”. Dia menyampaikan, media sosial (medsos) dapat digunakan sebagai sarana diplomasi pariwisata Indonesia. Saat mengenalkan budaya Indonesia melalui internet atau medsos, hindari menggunakan data-data yang tidak sahih atau gambar yang tidak etis. Selain itu, jangan berlaku tidak sopan atau tidak ramah serta tidak menggunakan tagar yang menyinggung SARA.
Mardiana Rusli sebagai pemateri terakhir mengupas topik “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”. Mardiana menyampaikan, dalam penggunaan produk digital berupa video, foto, tulisan dan sebagainya, ada aturan dan prosedur yang harus dilakukan.
Salah satu netiket atau kode etik yang harus dipatuhi oleh pengguna internet saat berselancar di dunia maya adalah tidak melakukan penyalinan atau penjiplakan karya orang lain.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
“Masyarakat Indonesia senang dengan sesuatu yang viral termasuk tempat wisata, tapi kenyataannya pengelolaan dari pemda dan masyarakat sekitar tidak maksimal. Bagaimana pendapat dan solusinya?” tanya Dafia Humaira, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital. Menurut Hasrul Abdul Azis, hal itu terjadi karena kurangnya informasi tentang pengelolaan sektor wisata.
“Masyarakat di daerah wisata harus mendapat banyak informasi dan edukasi tentang pengelolaan tempat wisata yang baik dan benar. Selain itu, semua stakeholder harus berkolaborasi dan saling mendukung,” tuturnya.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.
Baca Juga :   Rapid Antigen Gratis