Satu Data Sulsel, Dukung Arah Kebijakan Pembangunan Lebih Baik

213
POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Plt. Kepala Dinas komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Prov. Sulsel, Sukarniaty Kondolele, hadir sebagai narasumber pada rapat koordinasi forum satu data Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan Bapelitbangda Sulsel & ICRAF di Hotel Four Point Makassar, Kamis (23/02/2023).

Dalam menyampaikan materi, Sukarniaty Kondolele mengatakan, Satu Data Indonesia mengacu pada Pepres No. 39 tahun 2019.

“Satu Data Indonesia dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan perencanaan dan penentuan kebijakan bagi pemerintah maupun stakeholder yang terkait” jelas Sukarniaty.

POTO : ISTIMEWA

Lanjut Sukarniaty, peningkatan kapasitas SDM pengelola data harus terus diupgrade agar pengetahuan dan kompetensi berkembang seiring dengan majunya teknologi informasi.

“Diskominfo-SP Sulsel sebagai wali data selalu berkolaborasi dengan OPD sebagai produsen data untuk mendapatkan data sektoral yang berkualitas dan dipertanggung jawabkan” lanjutnya.

Manager Tata kelola Sekretariat Tingkat Pusat Kementerian PPN/Bapenas Wahyu Andrianto mengatakan bahwa Satu Data Indonesia bentuk tata kelola data yg diperuntukkan bagi perencanaan pembangunan. hal ini juga sangat penting dalam mendukung sistem pemerintahan berbasis Elektronik (SPBE).

“Better Data, Better Policy, Better Government, begitu pentingnya data dalam menentukan arah kebijakan pemerintah sehingga data wajib untuk dipublikasikan” Pungkasnya.

Senada dengan narasumber dari BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Pranata Komputer Ahli Madya Muktamar Amal menyebut data sangat penting sebagai indikator mengetahui kinerja pemerintahan baik pusat maupun daerah. Untuk itu, Forum Satu Data mutlak diperlukan untuk menjaga kualitas data pemerintah.

Turut hadir dalam acara ini BPS Prov. Sulsel, Bapelitbangda, ICRAF, OPD lingkup Prov. Sulsel serta perwakilan kabupaten/kota se-Sulsel.

(*)

Baca Juga :   Pj Gubernur Sulsel Kunjungi Pasar Minasa Maupa Gowa, Harga Kebutuhan Pokok Masih Terkendali