SMA Bosowa School Makassar Kembali Gelar “Homestay Program”

163
SMA Bosowa School Makassar melaksanakan "Homestay Program" untuk siswa SMA Kelas XIselama 10 haridi Desa Wisata Pentingsari, Yogyakarta, 1 hingga 10 Mei 2024. POTO : ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Untuk memberikan pengalaman keterampilan kepada anak didik, SMA Bosowa School Makassar kembali melaksanakan kegiatan rutin Homestay Program untuk siswa SMA Kelas XI. Program ini sudah dilaksanakan di Desa Wisata Pentingsari, Yogyakarta selama 10 hari, 1 hingga 10 Mei 2024 .

Selama berada di sana, para siswa mendapatkan kesempatan mengasah berbagai keterampilan dalam mengelola hasil budidaya masyarakat setempat menjadi makanan dan minuman yang sehat serta bermanfaat. Pelatihan yang diberikan meliputi pengelolaan tempe tradisional, kopi, wedang rempah, jamur crispy, amplang, sapi perah, serta pengetahuan tentang tanaman obat untuk jamu tradisional.

POTO : ISTIMEWA

Tidak hanya itu, para siswa juga diajak untuk menjelajahi berbagai objek wisata yang menarik di sekitar Yogyakarta. Mereka mengunjungi Lava Tour Merapi untuk memahami lebih dalam tentang aktivitas vulkanik, menjelajahi pusat perbelanjaan Malioboro, mengunjungi wisata Heha Sky View, dan juga campus visit bagian dari bimbingan karir di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Yogyakarta (FIPP), Universitas Negeri Yogyakarta untuk mendapatkan informasi terkait mengenai kampus dan juga jalur pendaftaran.

Kepala Sekolah SMA Bosowa School Makassar, Muhammad Yusuf mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan wawasan yang luas bagi para siswa. Dengan menggabungkan pembelajaran praktis dengan eksplorasi wisata dan kunjungan ke kampus universitas, diharapkan para siswa dapat mengembangkan keterampilan serta memperluas pandangan mereka tentang budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.

POTO : ISTIMEWA

“Program homestay ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk mempersiapkan siswa-siswanya menjadi individu yang kompeten dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan global,” Ucapnya.

Dengan mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola sumber daya lokal dan memahami keberagaman budaya, diharapkan para siswa dapat menjadi pemimpin masa depan yang berpikiran terbuka dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Baca Juga :   Koperasi Syariah Butuh Penguatan Digitalisasi

Editor : Bali Putra