Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut

218
POTO : BI.GO.ID

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan Indonesia berlanjut pada September 2023 sebesar 3,42 miliar dolar AS. Lebih tinggi dibandingkan surplus pada Agustus 2023 sebesar 3,12 miliar AS.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekuti Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam rilis pada laman bi.go.id, Senin (16/10/2023).

Dikatakan, Bank Indonesia (BI) memandang perkembangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut. Ke depan, BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain guna terus meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Dikatakan, surplus neraca perdagangan September 2023, terutama bersumber dari berlanjutnya surplus neraca perdagangan nonmigas mencapai 5,34 miliar dolar AS. Meningkat dibandingkan capaian bulan sebelumnya sebesar 4,46 miliar dolar AS.

Kinerja positif tersebut didukung tetap kuatnya ekspor nonmigas terutama besi dan baja, produk logam mulia dan perhiasan, serta komoditas nikel.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia. Sementara itu, impor nonmigas tetap kuat sejalan dengan berlanjutnya perbaikan aktivitas ekonomi.

Adapun defisit neraca perdagangan migas tercatat meningkat menjadi 1,92 miliar dolar AS pada September 2023 sejalan kenaikan impor minyak mentah dan hasil minyak yang lebih tinggi dari kenaikan ekspor minyak mentah. (*)

Baca Juga :   Pengusaha Dituntut Inovatif Hadapi Persoalan Saat dan Pascapandemi Covid 19