Tingkatkan Usaha, Kiat Bertransformasi dari Pasar Konvensional ke e-Market

POTO : ISTIMEWA
BISNISSULAWESI.COM, BARRU  – Sebanyak 571 peserta di Barru, Sulawesi Selatan mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo (12/11).
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Go Digital Kalau tak Mau Bisnis Tertinggal”.
Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Praktisi Pertanian dan Owner AfAea Agrotis, Andi Syahruni Aryanti; Direktur Eksekutif Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Mikro (ASPPUK) Nasional, Emmy Astuti; Peneliti dan Pegiat IT, Dimas Dwi Pratikno; serta Entrepreneur dan Lifestyle Content Creator, Kevin Horax. Sedangkan moderator yaitu Azizah selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Beranjak ke sesi materi, narasumber pertama yaitu Andi Syahruni Aryanti menyampaikan tema “Strategi Digital Marketing Petani dan Nelayan di Masa Pandemi Covid-19”.
Menurut dia, hingga kini, kendala utama pemasaran hasil pertanian adalah kesinambungan produksi, panjangnya jalur perdagangan, fluktuasi harga, dan minimnya informasi. Padahal, digital marketing berupa kegiatan promosi dan pencarian pasar secara daring bisa menjadi terobosan untuk meningkatkan perekonomian petani. Misalnya, pemasaran melalui laman atau media sosial. “Perlu tindakan lanjutan bagi pemerintah setempat untuk meningkatkan digital marketing,” ujarnya.
Selanjutnya, Emmy Astuti menyampaikan paparan berjudul “Sosialisasi E-Market bagi Para Pelaku UMKM”. Ia mengatakan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu melakukan peralihan usaha dari pasar konvensional ke e-pasar atau e-market karena pengguna internet maupun pencari produk secara daring akan terus meningkat.
Bisnis ini juga punya banyak keunggulan dan lebih praktis. Untuk itu, para pelaku usaha pun harus melakukan persiapan, seperti kecakapan penggunaan gawai dan aplikasi penjualan, teknik bercerita dan menulis, fotografi dan video dasar, serta digital marketing. “Untuk bertransformasi ke digital, UMKM dapat membuat akun di media sosial, serta membuka toko di lokapasar,” tutur dia.
Pemateri ketiga, Dimas Dwi Pratikno, memaparkan materi bertema “Cara dan Legalitas Tagihan Online”. Menurut dia, tagihan merupakan kewajiban yang harus dibayarkan pelanggan atas pemakaian jasa atau fasilitas tertentu, seperti listrik, air, atau TV kabel. Pembayarannya dapat dilakukan melalui mobile banking, dompet digital, serta minimarket. “Simpan bukti transaksi sebagai bukti legalitas,” imbuhnya.
Kevin Horax sebagai narasumber terakhir menyampaikan paparan berjudul “Pilihan Investasi yang Aman dan Menguntungkan Selama Masa Pandemi Covid-19”. Ia mengatakan, sejumlah pilihan investasi di era digital, antara lain reksa dana,  peer to peer (P2P) lending, emas, obligasi, forex, serta saham. Agar aman, pilih perusahaan atau aplikasi investasi yang terpercaya yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). “Cari tahu juga bagaimana kinerja manajer investasimu,” tegas dia.
Setelah pemaparan seluruh materi, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Azizah. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.
Salah seorang peserta, Deswita, bertanya tentang apa yang harus dilakukan jika struk tidak keluar setelah membayar tagihan. Menanggapi hal itu, Dimas Dwi bilang, warganet bisa konfirmasi kepada pihak terkait, misalnya ke layanan pelanggan dompet digital atau perusahaan penagih.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.
Baca Juga :   Pemuktahiran Data Pemilih, Petugas Datangi Rumah Warga