Usaid Luncurkan Progam Kota Bersih, Ini Harapan Pemkot Makassar

98
POTO : ISTIMEWA

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (Usaid)l meluncurkan program kota bersih dan laut biru di Makassar sebagai jawaban krisis global polusi plastik dengan menyasar langsung polusi dari sumbernya di perkotaan yang berkembang pesat.

Dengan peluncuran tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengharapkan pengoptimalan sampah di Makassar bekelanjutan harus lebih digalakkan. Salah satu alternatifnya melalui bank sampah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Muh. Ansar, mengatakan, persoalan sampah di kota Makassar dihadapkan pada beberapa isu, diantaranya tingginya angka timbunan sampah yang dipengaruhi tingginya tingkat pertumbuhan penduduk.

Sesuai data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dicatatkan sebanyak 1000 ton/hari.

Selain itu, masih rendahnya tingkat pengelolaan sampah, dimana sebanyak 88 persen diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebesar 10 persen yang berhasil diolah, isu tentang ketersediaan sarana dan prasarana persampahan dan keterbatasan kapasitas dan daya tampung Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA), belum masifnya gerakan inovasi pengelolaan sampah baru dan rendahnya kepedulian masyarakat tentang pengelolaan sampah.

“Harapan alternatif ada di bank sampah, dalam hal mengurangi sampah, meskipun komposisi sampah saat ini sebetulnya 60 sampai 70 persen masih organik, sisanya 30 sampai 40 persen unorganik. Itupun tidak semuanya bisa bernilai ekonomi,” katanya, saat peluncuran, di Hotel Four Points Makassar, Jl Andi Djemma, Selasa (31/5/2022).

Pengembangngan Bank Sampah ini, kata Ansar, ke depannya diharapkan dapat menerapkan system digitalisasi melaui Star-up pusat yang akan membeli semua sampah dari star-up lorong.

“Sehingga harga sampah yang mempunyai nilai ekonomi tetap terjaga,” katanya.

Marwiah Syam

Baca Juga :   Sertifikat Elektronik, Transformasi Digital Kementerian ATR/BPN